Nasional

12 Anak di Aceh Tewas Saat Ritual Tolak Bala

Besi jembatan gantung lepas dan orang-orang berjatuhan. Kata orang, sungai itu angker.

Senin, 7 Juni 2010, 13:37 WIB
Elin Yunita Kristanti
Jembatan putus (Zainul Arifin | Surabaya Post)

VIVAnews - 12 orang anak-anak tewas dan 25 orang lainnya terluka akibat runtuhnya jembatan gantung di Desa Meloak Ilang di Kecamatan Putri Beutung, Kabupaten Bener Meriah, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Kejadian tragis ini terjadi saat warga desa sedang melaksanakan upacara adat tolak bala, pada Minggu 6 Juni 2010, kemarin.

Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim mengatakan, hingga kini upaya pencarian korban masih dilakukan di sekitar lokasi jembatan Sungai Alas. Diperkirakan masih ada empat korban lagi yang masih belum bisa ditemukan.

Menurutnya, ritual tolak bala yang dilakukan warga desa Meloak Ilang, merupakan tradisi, dan tiap tahun digelar warga setempat. Para tetua kampung menghanyutkan sesajian berupa ayam jantan putih ke sungai Alas, yang diyakini menangkal bala.

“Saat upacara tolak bala berlangsung, banyak anak-anak berdiri di atas jembatan. Besi jembatan gantungnya lepas sehingga banyak yang tercebur ke sungai, jembatan itu memang dikenal angker,” katanya saat dihubungi , Senin, 7 Juni 2010.

Warga setempat dibantu tim Search and Rescue (SAR) dan TNI/Polri sejak kemarin hingga hari ini terus berupaya menyelamatkan korban. Kemarin, Tim pencari hanya menemukan tujuh jasad korban tewas. Senin pagi, tim pencari kembali menemukan 5 jasad korban.

“Air sungai Alas cukup deras, sehingga menyulitkan proses pencarian para korban, mereka terseret arus jauh dari posisi jembatan,” sebutnya.

Hanya 25 korban yang bisa diselamatkan dengan kondisi luka-luka. Dua diantaranya mengalamai patah tulang dan langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk menjalani perawatan.

Semua korban yang tewas dalam peristiwa itu berusia antara 6 sampai 12 tahun. Korban yang tewas kini telah di makamkan oleh pihak keluarganya masing-masing. (wm)

Laporan Muhammad Riza | Aceh



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hasn
26/11/2010
lah gimana kok pake acara tolak bala katanya terapin syareat islam, orang jualan di bulan puasa di hukum cambuk tapi orang upacara tolak bala yg jelas2 syirik dijalanin.heeemm lucu nih orang aceh wkwkkwkwk pada buta ya semua
Balas   • Laporkan
susanto
07/06/2010
hari gini... orang aceh yang religius masih pakai tolak bala.. mana pemuka agamanya...
Balas   • Laporkan
ilhammaulana | 01/10/2010 | Laporkan
seloo genk
Abdul Rasyid
07/06/2010
hari gini masih ada sesaji tolak bala di NAD lagi, katanya serambi Mekah ternyata masih ada tahyul disana kasihan deh lu hikhik
Balas   • Laporkan
ilhammaulana | 01/10/2010 | Laporkan
kok ketawa... apa yang salah?
mazBoncel
07/06/2010
di NAD yang religius itu kog masih ada upacara Tolak Bala ya....???
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ