VIVAnews - Mantan Presiden, BJ Habibie tak mampu menahan tangis saat menaburkan bunga di atas peti jenazah istrinya, Hasri Ainun Bestari Habibie, yang telah dimasukkan ke liang kubur.
Air mata Habibie terus mengalir, badannya limbung. Dia bahkan harus dipapah oleh kerabatnya dan kembali didudukkan di kursi. Dari kursinya, Habibie terlihat sedih melihat jasad istri yang mendampinginya selama 48 tahun ditimbun tanah. Sesekali dia mengelap wajahnya dengan tisu.
Habibie selalu menunggui sang istri selama dua bulan hingga menghembuskan nafas terakhir. Ainun Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro`hadern, Munchen, Jerman, Sabtu 22 Mei 2010.
Wanita kelahiran Semarang 11 Agustus 1937 mengalami sejumlah komplikasi. "Ibu harus menjalani operasi sebanyak 12 kali karena kanker kandungan yang sudah menyebar ke perut," kata Direktur Eksekutif The Habibie Center Ahmad Watik Pratiknya, Minggu 23 Mei 2010 dini hari. (adi)