Nasional

Ba’asyir Tolak Rekonstruksi Teroris

Ba'asyir menganggap rekonstruksi teroris di Pejaten sebagai fitnah.

Sabtu, 15 Mei 2010, 16:06 WIB
Umi Kalsum
Abu Bakar Ba'asyir 2 (VIVANews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Rekonstruksi penangkapan di markas Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT) Jakarta di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta yang digelar Polri menyeret nama Ustaz Abu Bakar Ba’syir. Namun pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo ini menolak dengan tegas.

Ba'asyir menganggap rekonstruksi itu sebagai fitnah. ”Itu fitnah. Tahu-tahu ada peran saya. Apa hubungannya, saya diperankan orang lain seperti itu. Saya juga heran, kok saya tidak dipanggil jika ada peran saya di situ,” kata Ba’asyir, Sabtu 15 Mei 2010.

Dalam rekonstruksi penangkapan yang dilakukan di Pejaten  di markas JAT Jakarta beberapa waktu lalu tampak salah satu pemerannya berkalungkan kertas dengan tulisan Abu Bakar Ba’asyir.

Ba’asyir merasa Polri terlalu mengkait-kaitkan dirinya dengan orang terduga teroris yang ditangkap di Pejaten yang menjalani rekonstruksi tersebut. Lebih dari itu, Ba’asyir juga menolak, dikait-kaitkan dengan teroris mana pun termasuk yang di Aceh.

Meski demikian, Ba’asyir mengakui pernah mengenal para teroris Aceh yang ditangkap Densus 88. ”Ya beberapa saya kenal, seperti Ubaid dan Ziad. Saya kenalnya pas sama-sama di LP Cipinang. Ngakunya sih pernah sekolah di Ngruki, tapi saya sendiri tidak tahu persis, karena waktu itu saya di Malaysia selama 15 tahun,” ungkapnya.

Perkenalan Ba’asyir dengan tersangka teroris saat menghuni LP Cipinang hanya sebatas perkenalan biasa, layaknya sesama penghuni LP. ”Ubaid yang saya kenal itu justru saat di LP Cipinang kerjanya itu hanya menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab ke bahasa Indonesia,” kata Ba’asyir.

Dengan adanya fitnah dalam rekonstruksi tersebut, Ba’asyir mendesak Kapolri Bambang Hendarso Danuri untuk mengklarifikasi namanya.(umi)

Laporan: Fajar Sodiq | Solo



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dudung
17/05/2010
Duh skenario apa lagi nih, ustadz yang sabar ya, kayknya memang lagi nyari2 kesalahan ustadz nih mereka cuma emang lom ada bukti yang cukup untuk mnyeret ustadz, semoga tampak semua yang salah ini siapa
Balas   • Laporkan
patriot
17/05/2010
Jangan lupa POLRI harus klarifikasi dan mengumumkan permohonan maaf serta rehabilitasi nama 2 yg telanjur dianggap teroris ternyata TIDAK. Harus dilakukan...jangan seenaknya main tangkap main lepas ga tanggung jawab ada prosedurnya tu... Century harus
Balas   • Laporkan
patriot
17/05/2010
Jangan lupa POLRI harus klarifikasi dan mengumumkan permohonan maaf serta rehabilitasi nama 2 yg telanjur dianggap teroris ternyata TIDAK. Harus dilakukan...jangan seenaknya main tangkap main lepas ga tanggung jawab ada prosedurnya tu... Century harus
Balas   • Laporkan
mafia
17/05/2010
PLORI polri sampai kapan kau akan memfitnah ustadz yg sudah tua renta ... itu....? bobrok tetep saja bobrok institusimu tuh...ga bakalan bener.... nasib mu polri..polri...urus tuh mafia kasus.....
Balas   • Laporkan
tad....ALLAH maha tahu.........
Balas   • Laporkan
Windy
16/05/2010
akh ga mau rekonstruksi karena takut ketahuan..
Balas   • Laporkan
sudirlan
16/05/2010
Kalau ada tambahan peran yang lain itu sinemaelektronik namanya.
Balas   • Laporkan
2gino
15/05/2010
Tolak ya tolak aja, gak perlu banyak komentar
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau