VIVAnews - Perusahaan pengangkat harta karun di perairan utara Cirebon, Jawa Barat, tidak melelang satu persatu jenis barang yang mereka peroleh. Mereka menjual secara borongan. Banyak sejarah yang bisa diungkap dari penemuan harta karun senilai US$ 80 juta ini.
"Misalnya, golok emas kembar bertuliskan aksara Arab Khufi (kaligrafi)," kata Presiden Direktur PT Paradigma Putra Sejahtera, Adi Agung Tirtamarta, di lokasi gudang, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa 4 Mei 2010.
Golok emas kembar itu merupakan salah satu dari 27.834 keping benda berharga yang ditemukan dan diangkat dari kedalaman sekitar 54-58 meter. Dengan ditemukannya golok emas kembar itu, kata dia, dugaan sejarah masuknya Islam lebih maju dari yang sudah disampaikan.
"Sejarah masuknya Islam yang kita kenal itu pada abad 11-12. Itu mengacu pada situs Samudera Pasai. Kapal ini tenggelam sekitar 980 masehi," ujar dia.
Adi Agung mengatakan, adanya golok emas kembar bertuliskan Arab itu menguatkan dugaan adanya pembesar Mesir atau Arab yang ikut dalam kapal kayu yang tenggelam itu.
Kapal tak bernama yang tenggelam itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 32 meter, dengan lebar 10 meter. Tetapi, Adi Agung belum bisa memprediksi berapa tinggi kapal nahas itu.
Kapal yang tenggelam pada koordinat 050 14' 5" LS dan 1080 58' 39" BT itu, diduga berangkat dari Pulau Sumatera. Tujuannya, daerah Jawa Tengah.
"Kalau dari bahan kayu kapal, kayu ini banyak berada di Sumatera. Kemungkinan dari Bandar Sriwijaya menuju Jawa Tengah. Kami belum bisa pastikan siapa pemiliknya," ujarnya lagi. (mt)