VIVAnews - Kelompok Usaha, Grup Para yang dikendalikan oleh pengusaha Chairul Tanjung mengundurkan diri dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 2 x 90 megawatt (MW) di Kerinci, Jambi.
“Grup Para mundur dari proyek ini,” ujar Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), J Purwono di Gedung DPR/MPR, Jakarta Senin 26 April 2010.
Menurut dia, dengan mundurnya Grup Para, kemungkinan proyek ini akan digarap sendiri oleh PT Perusahaan Listrik Negara. PLN akan menggunakan pendanaan dari pinjaman luar negeri melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Namun, dia berharap masih ada swasta lain yang tertarik menggarap pembangkit tersebut. "Kalau swasta bisa, kenapa tidak. Jadi, PLN tidak harus cari pinjaman lagi."
Purwono menjelaskan pengembangan proyek ini tidak perlu izin dari pemerintah pusat.