VIVAnews –- Tingkat kelulusan ujian nasional tahun 2010 di Bali mengalami penurunan drastis. Sebanyak 1.093 siswa SMA dan SMK tidak lulus ujian nasional, dibanding tahun sebelumnya yang hanya 66 siswa.
Meski begitu Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Bali menolak jika banyaknya siswa tidak lulus, akibat kisruh ujian nasional beberapa waktu lalu.
"Tingkat kelulusan tahun ini memang turun, tapi ini menunjukan tingkat kejujuran siswa itu tinggi, dan tidak terkait dengan kisruh ujian kemarin," ujar I Wayan Suasta, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, kemarin.
Tahun 2010 peserta ujian nasional tingkat SMA ada 25.562 siswa, dan tidak lulus sebanyak 702 siswa, sehingga angka kelulusan menjadi 97,25 persen.
Tahun 2009 terdapat 26.775 peserta dan sebanyak 20 siswa tidak lulus, dengan tingkat kelulusan 99,62 persen.
Sementara, tingkat SMK ditahun 2010 ini ada 15.425 peserta ujian, dengan siswa tidak lulus 391 orang, sehingga tingkat kelulusannya menjadi 97,47 persen. Pada tahun 2009 terdapat 11.253 peserta ujian, 46 siswa tidak lulus, sehingga tingkat kelulusannya mencapai 99,59 persen.
"Rata-rata nilai yang jeblok di pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk SMA tingkat kelulusan terendah ada di Buleleng, dan tertinggi di Bangli," kata Suasta.
Meski banyak yang tidak lulus, namun siswa-siswa tersebut akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan, yang dilaksanakan 10-14 Mei 2010 mendatang sesuai dengan jadwal ujian sebelumnya.
Sementara pengumuman kelulusan ujian nasional akan diumumkan hari ini, Senin 26 April 2010. "Bagi yang gagal, saya harap jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan untuk mengulang ujian, dan bisa mengikuti kesetaraan paket C," ujarnya.
Laporan : Peni Widarti | Bali