Nasional

Tak Lulus UN: DIY Tertinggi, Bali Drastis

Peningkatan siswa yang tidak lulus juga terjadi di Bali.

Minggu, 25 April 2010, 18:10 WIB
Ismoko Widjaya
Ujian Nasional (Antara/Arief Priyono)

VIVAnews - Meski berjuluk Kota Pelajar, Yogyakarta memiliki prosentase angka ketidaklulusan Ujian Nasional (UN) yang tinggi sepanjang diberlakukannya UN. Peningkatan siswa yang tidak lulus juga terjadi di Bali.

"Tahun ini ada 9.237 siswa yang tidak lulus ujian nasional dari jumlah peserta tingkat SMA sederajat sebanyak 41.657 peserta," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Suwarsih Madya, Minggu, 25 April 2010.

Sebagai perbandingan, pada tahun ajaran lalu, angka ketidaklulusan pelajar dalam mengikuti UN mencapai 1.800 siswa. Angka itu setara dengan 6,606 persen dari jumlah perserta ujian nasional sebanyak 40.000 peserta.

Angka ketidaklulusan pelajar ini mengalami peningkatan yang sangat drastis. Bahkan mencapai 400 persen bila dibandingkan angka ketidaklulusan ujian nasional pada tahun ajaran 2008/2009.

Menurutnya jumlah siswa yang tidak lulus UN terdiri dari 4.623 siswa SMA/MA dan 4.614 siswa SMK. Sedangkan untuk tingkat kelulusannya, dari 19.505 siswa SMA/MA yang mengikuti ujian, yang berhasil lulus sebanyak 14.882 siswa (76,30 persen).

Sedangkan dari 22.153 siswa SMK yang ikut UN, yang dinyatakan lulus hanya 17.538 siswa (79,17 persen). "Tingkat kelulusan peserta UN dari SMK lebih baik dibandingkan dengan peserta UN dari SMA/MA," kata Suwarsih.

Lebih lanjut Suwarsih menyatakan angka ketidaklulusan UN pada tahun ajaran 2009/2010 ini merupakan angka ketidaklulusan paling tinggi sepanjang diberlakukannya UN. Namun demikian pelaksanaan UN yang ada di DIY ini paling jujur se Indonesia, berdasarkan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).

Sedangkan untuk di Bali, tingkat kelulusan ujian nasional tahun mengalami penurunan drastis. Sebanyak 1.093 siswa SMA dan SMK tidak lulus ujian nasional tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 66 siswa.

Meski begitu Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Bali menolak jika banyaknya siswa tidak lulus itu akibat kisruh ujian nasional beberapa waktu lalu.

"Tingkat kelulusan tahun ini memang turun, tapi walaupun turun ini membuktikan tingkat kejujuran siswa itu tinggi, dan tidak terkait dengan kisruh ujian kemarin," ujar I Wayan Suasta, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, Minggu 25 April 2010.

Di tahun 2009 terdapat 26.775  peserta ujian tingkat SMA dan sebanyak 20 siswa tidak lulus, sehingga tingkat kelulusannya 99,62 persen.

Kemudian untuk tahun 2010 ini peserta ujian nasional tingkat SMA ada 25.562 siswa, dan tidak lulus sebanyak 702 siswa, sehingga tingkat kelulusannya menurun menjadi 97,25 persen.

Sementara itu, ujian tingkat SMK ditahun 2009 ada 11.253 peserta ujian, 46 siswa tidak lulus, sehingga tingkat kelulusannya mencapai 99,59 persen. Tingkat SMK ditahun 2010 ini ada 15.425 peserta ujian, dengan siswa tidak lulus 391 orang, sehingga tingkat kelulusannya menjadi 97,47 persen. (hs)

Laporan: KDW (Yogyakarta), Peni Widarti (Bali)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sohik
28/04/2010
memang harus diadain ujian biar para murid lebih giat belajar,,g ada ujian y g belajar
Balas   • Laporkan
dedek
27/04/2010
Kita harus percaya dengan pelaksanaan UN itu jujur. kalau prosentase kelulusan menurun bukan kejujuran yang naik tapi kemampuan peserta didik yang menurun
Balas   • Laporkan
eL
27/04/2010
mungkin tidak semua jawaban yang dicantumkan siswa tidak benar, dan faktor lain menurut saya yang memfaktori ketidak lulusan siswa adalah model pengoreksian hasil ujian yang menggunakan sistem komputer, dimana komputer mengoreksi yang sesuai ketentuan saj
Balas   • Laporkan
mafia
26/04/2010
inilah potret sebuah rrealita dimana masyarakat kita,terutama anak anak, dihadapkan sama khayalan khayalan sinetron sinetron tungkat tuinggi sekali, dimana anak anak disuruh melihat tingkah laku para seleb idolanya bergaya hidup serba wah sehingga norma n
Balas   • Laporkan
Antonius Pancasila
26/04/2010
Meningkatnya dana APBN sampai 20% tidak mencerminkan perbaikan kualitas pendidikan nasional, kemana dan untuk apa dana tersebut? Revitalisasi kurikulum dan penyederhanaan metodologi pengajaran sangat mendesak untuk dilakukan.
Balas   • Laporkan
gani
26/04/2010
saya tidak peduli lulus /tidak, klo tdk lulus melanjutkan usaha dagang kelg aja, drpd sekolah gak menentu, ujung2nya cari kerja juga susah, mending dagang aja lah..gak jadi pegawai negeri ora patheken
Balas   • Laporkan
kristian
26/04/2010
ya sudah sewajarnya bangsa kita tidak maju2. kelulusan hanya didasarkan pada tingkat kemampuan menghafal materi, bukan pada pemahaman dan pengembangan materi. Terlebih dari itu ketika banyak yang ngga lulus, dianggap karena nilai kejujuran yang meningkat.
Balas   • Laporkan
lucy
25/04/2010
saya jg pengen tau informasi kelulusan sma muhammadiyah 1 jogja via internet..
Balas   • Laporkan
Raharjo
25/04/2010
Kalau mau jujur memang setiap UN pasti banyak yang tidak lulus. Saya dapat informasi, di Bali sekolah favorit dan sudah menjadi RSBI saja gurunya masih membocorkan kunci jawaban kepada siswa, bahkan katanya sudah tradisi dari dulu.
Balas   • Laporkan
wiwit
25/04/2010
Saya mau menanyakan bagaimana caranya bisa mengetahui informasi kelulusan smkn5 yogya via internet?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ