Nasional

Siput Ninja dan Serangga Raksasa dari Borneo

WWF menemukan 123 spesies baru di Borneo.

Minggu, 25 April 2010, 07:47 WIB
Heri Susanto
Siput "ninja" berekor panjang (Memo Schilthuizen/WWF)

VIVAnews - Seekor katak tanpa paru-paru, keong berekor panjang hingga serangga terpanjang di dunia adalah spesies baru yang ditemukan dalam tiga tahun sejak rencana konservasi hutan Borneo digelar.

Rencana itu secara bersama-sama dilaksanakan oleh pemerintah Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia untuk melindungi 220.000 km persegi hutan hujan tropis yang tak tergantikan.

Dalam laporan World Wildlife Fund berjudul "Borneo's New World" ditemukan spesies baru di Borneo yang menjadi paru-paru dunia. Secara terinci ditemukan 123 spesies baru sejak konservasi digelar mulai Februari 2007.

"Dalam tiga tahun terakhir, penemuan ilmiah independen membuktikan adanya kehidupan baru yang terus ditemukan di Borneo," kata Adam Tomasek, pemimpin Heart of Borneo (HoB) dari WWF seperti dikutip thestar.com, 23 April 2010.

Misalnya, keong ekor panjang dijuluki siput "ninja". Keong ini ditemukan pada daun di hutan dataran tinggi, di mana makhluk itu suka membungkus ekor panjang di sekitar tubuhnya ketika beristirahat.

Keong ini merupakan bagian dari sebuah keluarga invertebrata yang unik. Ia menggunakan "anak panah" saat bercinta dengan pasangan. Tombak kecil akan menembus dan menyuntikkan hormon ke pasangan sehingga meningkatkan peluang terjadinya reproduksi.

katak tanpa paru-paru dari Borneo

Spesies lainnya adalah serangga raksasa yang panjangnya 57 centimeter. Ini ditemukan pada 2008 dan hanya tiga spesimen yang telah ditemukan. Di Borneo telah lama terkenal dihuni oleh serangga raksasa, termasuk beberapa kecoak besar sepanjang 10 cm.

Para penjelajah sesungguhnya telah mengunjungi pulau Kalimantan selama berabad-abad. Namun, wilayah yang luas membuat kawasan ini belum dieksplorasi secara biologi.

"Hamparan hutan tak tergantikan ini dapat dilestarikan bagi anak-anak kita," katanya. Janji bahwa akan lebih banyak penemuan yang menggoda untuk generasi berikutnya akan mendorong peneliti merenung.

HoB adalah rumah bagi 10 spesies primata, lebih dari 350 burung, 150 reptil dan amfibi. Yang lebih mengejutkan 10.000 tanaman yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Rata-rata penemuan sejak HoB dibentuk mencapai lebih dari tiga spesies baru per bulan. Ini adalah fakta yang cukup untuk meyakinkan bahwa keputusan melindungi Kalimantan merupakan tindak yang benar. Dengan begitu banyak spesies baru ditemukan setiap bulan, WWF telah membuat suatu wilayah menjadi prioritas global.

Berdasarkan perjanjian 2007, tiga pemerintah yang menguasai wilayah Kalimantan berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan kawasan dan manajemen lintas batas, pengembangan ekowisata, serta mendukung pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Tiga tahun ini, kata Tomasek, rencana Heart of Borneo membuktikan bahwa Kalimantan menjadi wilayah tak tergantikan untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Caranya, dengan membentuk sebuah kerangka kerja aksi untuk melindungi keanekaragaman hayati Borneo secara global.

Sumber: thestar.com, guardian.co.uk

• VIVAnews
Rating
Komentar
tai_katak
18/01/2012
kontrol ketat mslah klstrian hutan ditngan pmrntah dan rkyat. Jngn asal setuju pnggunaan hutan bagi pengusaha.
Balas   • Laporkan
denny makailipessy
18/08/2011
bangga bangeeeeet....... aku juga orang kalimantan... yuk kita jaga sama2 kalimantan kita.....
Balas   • Laporkan
eka masyuani
07/09/2010
sy urg banjar asli...bangga hutan kami begitu kaya dgn beragam jenis flora-fauna....sayang penjarah hutan ga pny moral....ga mikir anak cucunya kelak bakal dpt apa kl hutan dibabat abis....memperkaya segelintir org....lupa akan murka alam...!
Balas   • Laporkan
Devries
01/09/2010
Saya rasa masih banyak flora dan fauna di borneo yg blm terungkap.. Kita harus jaga hutan kita...
Balas   • Laporkan
keongratjun
30/08/2010
Spesies makhluk unik, yg lain masih banyak lagi tersembunyi (secara fisik maupun metafisik) di Nusantara Indonesia Raya. Makanya, kenapa musti cari pekerjaan/makan/jodoh di negeri asing/seberang. Ayo pulanglah nak ... mulih. Flora-fauna menanti amalanmu.
Balas   • Laporkan
Frieska
26/08/2010
hanya satu kata "sip..."
Balas   • Laporkan
aeweyn
26/08/2010
tuk menjaga kelestarian hutan di Kalimantan, basmi dulu para penjarahnya yang suka ngrusakin hutan, setuju?
Balas   • Laporkan
shirley
05/07/2010
waaahh.... ternyata pulau kalimantan sekaya itu yaaa.... Ikutan seneng & bangga walaupun bukan orang kalimantan. HoB kereeennn.... :) Mari sama-sama kita jaga hutan kita....
Balas   • Laporkan
Gie
25/06/2010
sekitar bulan Mei 2010 lalu juga ditemukan tokek seberat 64kg oleh warga Serawak. yang kemudian tokek itu dijual seharga 179Milyar ke orang Tiongkok... padahal ada orang Indo yang menawar 25M per Ons..tapi sudah terlambat...
Balas   • Laporkan
Yosh
19/05/2010
Tolong hutan di jaga karena hutan adalah paru-paru dunia, Lindungilah hutan dari penebangan liar dari pada kita nantinya akan menyesal sekarang saja sudah banyak sekali dampak dari kerusakan hutan yang telah kita rasakan seperti Banjir, Tanah longsor, kek
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ