Nasional

Simulasi Penggerebekan Teroris Gegerkan Warga

Melihat aksi penyerbuan petugas, warga desa sempat panik dan berhamburan.

Senin, 22 Maret 2010, 17:57 WIB
Elin Yunita Kristanti
  (ANTARA/Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Sekitar 150 pasukan gabungan Brimob Polda NTB dan Detasemen Khusus 88 mengepung rumah Amak Rama di dusun Penjeluk Desa Ubung Praya, Lombok Tengah.

Rumah tersebut diduga bersembunyi dua orang teroris yang diduga anak buah Dulmatin -- teroris yang tewas di Pamulang Banten.

Aksi baku tembak pun berlangsung cukup sengit antara petugas dengan para teroris.

Peristiwa itu sempat membuat warga desa gempar dan berhamburan -- melihat aksi petugas menyerbu rumah yang terletak di tengah persawahan itu.

Namun belakangan warga Desa Ubung dapat bernafas lega saat polisi menyatakan bahwa itu merupakan simulasi yang digelar Polda NTB dan Densus 88 Antiteror.

"Ini simulasi warga jangan panik, kami minta bantuan warga untuk tenang," ujar seorang petugas yang mencoba menghalau warga dari tempat kejadian perkara, Senin 22 Maret 2010.

Dalam aksinya Polisi berhasil mendekati sebuah rumah berdinding warna putih yang berdiri di atas lahan seluas empat are itu. Polisi sempat kewalahan menyusul kawanan teroris tersebut melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata ke arah petugas. Polisi yang mempersenjatai diri dengan AK 47 pun membalas tembakan tersebut.

Penggerebekan teroris yang berlangsung sekitar dua jam berlangsung cukup sengit. Polisi akhirnya berhasil mendekati rumah dan sekitar 11 Anggota Densus langsung memasuki pekarangan rumah. "Allahu Akbar Allahu Akbar," teriak pemeran teroris dari dalam rumah, diiringi suara letusan senjata.

Simulasi diwarnai aksi polisi yang terluka. Seorang petugas polisi mengalami luka dibagian paha kiri saat mencoba masuk kedalam rumah tersebut. Beruntung dirinya langsung di selamatkan oleh petugas lainnya. 'Perlawanan' teroris berhasil dihentikan ketika polisi langsung mendobrak pintu samping rumah.

Dari kejauhan tampak bumbungan asap dari atap dan suara letusan senjata berkali-kali.

Tidak lama berselang tampak beberapa anggota Densus menyeret dua orang yang diduga teroris. Teroris tersebut mengalami luka dibagian dada dan tampak tergeletak diserambi rumah.

Kepala Satuan Brimob Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi Taufiq Hidayat mengatakan simulasi ini merupakan persiapan menghadapi ancaman teror yang mengancam.

"Apalagi kawanan teroris seperti Umar Patek dan kaki tangan Dulmatin masih berkeliaran di Indonesia,"kata Hidayat kepada wartawan.

Meski demikian Taufiq Hidayat membantah jika Lombok merupakan salah satu daerah tempat pelarian kawanan teroris. Menurutnya semua hal patut diwaspadai dan perlu dilakukan latihan khusus. Sejauh ini wilayah NTB terutama Pulau Lombok aman dari serangan teroris.

Selain letaknya yang cukup strategis, pengamanan disejumlah pintu masuk menuju NTB terjaga ketat.

Usai melakukan simulasi tersebut polisi yang diangkut dengan tiga truk Brimob langsung meninggalkan lokasi. Polisi bahkan sempat meledakkan bom yang disita dari 'teroris' tersebut.

Bajil, warga Desa Ubung, mengaku panik dengan peristiwa tersebut.

"Saya sempat takut karena saya kira beneran. Saya salut dengan apa yang dilakukan polisi,"ujarnya.

Laporan: Edy Gustan| NTB

• VIVAnews
Rating