VIVAnews - Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh akan menyelidiki kasus tertukarnya soal Ujian Nasional di Bali. UN tingkat SMU yang serentak dilaksanakan hari ini sempat bermasalah di Bali. Soal Bahasa Indonesia yang harusnya dibagikan tertukar dengan soal Bahasa Inggris.
Siswa SMU di Karangasem, bali terpaksa menggunakan soal foto copy akibat kasus ini. "Kita belum pastikan kasus ini, yapi nanti akan saya cek terlebih dahulu," kata M Nuh di Istana Presiden, Jakarta, Senin 22 Maret 2010.
M Nuh mengaku belum menerima laporan dan masuh harus diklarifikasi. "Daripada urusan seandai-andainya nanti bingung, nanti kita pastikan. Persoalannya kayak apa, ininya kayak apa, prosedurnya kayak apa, nanti ada itu," kata dia.
M Nuh menuturkan sejak pukul 05.00 WIB tadi pagi ia sudah memastikan ke seluruh rayon terkait pendistribusian soal UN ke masing-masing sekolah. Sejauh ini seluruh prosedur terpenuhi. Pengambilan soal sendiri dilakukan pukul 05.30 WIB.
"Pemantau dan pengawas independen hadir juga, sekolah yang bertugas hadir tadi. Mereka juga mengecek apakah pengawas di sekolah itu ada guru yang sama dengan pengajar di sana, ternyata nggak ada," kata M Nuh.
Dalam pengawasan UN dilakukan sistem rotasi, bukan sekadar silang. Jika sistem silang, guru A mengawasi sekolah B dan guru B mengawas di sekolah A. "Ini tidak, ini campur begitu. Guru yang sama tidak boleh mengawasi di sekolah yang sama. Tadi pagi lancar, siang tadi yang kedua materinya sosiologi, ada biologi. Itu semua saya lihat lancar. Optimistis Insya Allah lancar," kata dia.
M Nuh hari ini melakukan pemantauan di sejumlah sekolah di Jakarta, yakni SMU 70, SMU 6, SMK 30 dan Sekolah Al Azhar Jakarta.
Soal pengaduan kasus UN di Posko 177, M Nuh mengaku belum melakukan pengecekan kepada tim yang menangani.
Soal bocoran soal, M Nuh yakin tidak terjadi. "Tahunya bocor dari mana. Yang namanya bocor itu kalau saya punya satu kotakisinya 100 soal, tapi setelah saya cek tinggal 99 soal. Berarti ada satu yang bocor kan, kan gitu. Tapi kalau isinya tetap 100, terus bagaimana caranya saya bisa mengatakan itu bocor," cetus M Nuh.
M Nuh meminta masyarakat tidak terjebak spekulasi-spekulasi yang justru mengakibatkan siswa tidak konsentrasi belajar. Selain itu ia juga mengkhawatirkan dampak finansial karena satu soal konon dihargai Rp 100 ribu.