VIVAnews - Puluhan masyarakat Makassar yang tergabung dalam pegiat civil society menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-32 di Makassar.
Masyarakat yang terdiri dari sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aktifis perempuan ini menghimbau seluruh masyarakat Makassar untuk menyukseskan Muktamar tersebut.
Juru bicara komunitas Masyarakat Sipil Makassar, Zohrah Andi Baso mengatakan, Mukmatar NU kali ini merupakan pelaksanaan pertama di luar Pulau Jawa. Sehingga Kota Makassar yang ditunjuk sebagai tuan rumah, harus bisa menjadi tuan rumah yang baik.
"Mungkin ada kesan, jika Makassar adalah daerah yang menakutkan. Melalui Muktamar ini, kita ingin buktikan jika Makassar adalah kota yang aman. Makanya, kita harus mendukung penuh untuk menyukseskan acara tersebut,” kata Zohrah Andi Baso kepada wartawan, di Warkop Pelni, Sabtu, 20 Maret 2010.
Aktifis Forum Pemerhati Perempuan ini menambahkan, bahwa Makassar merupakan kota yang aman dan terbuka kepada semua orang. Apalagi orang-orang yang berniat melakukan sesuatu yang baik untuk Negara pada Muktamar tersebut.
Pada acara tersebut, tampak hadir guru besar dari Unhas dan UIN seperti Hamid Paddu, Qasim Mathar, Hasrullah, Husain Abdullah, Khudri Arsyad serta Hidayat Nahwi Rasul.
Guru besar UIN Alauddin, Qasim Mathar bahkan mengidentikkan, Warga Makassar saat ini adalah masyarakat Madinah, yang siap menyambut para kaum Muhajirin. “Mereka yang datang adalah tamu-tamu terhormat. Sehingga mereka harus dimuliakan,” tegas Guru besar Ilmu Filsafat ini.
Kasim Mattar menambahkan, bahwa Muktamar adalah perhelatan level nasional yang sangat penting untuk kelanjutan masyarakat Indonesia ke depan. Apalagi akan ada delegasi dari sejumlah Negara, dan mereka akan membahas persoalan dunia internasional.
Informasi yang dihimpun VIVAnews, Muktamar NU akan dihadiri sedikitnya 10 ribu orang. Mereka terdiri dari pejabat Negara, Ulama internasional, Dubes Negara Islam dan Non Islam, Gubernur dan Bupati serta pengurus dan kader NU.
Laporan: Rahmat Zeena | Makassar