VIVAnews - Seperti halnya dengan peningkatan kemanan yang dilakukan oleh TNI dan Polri terkait kedatangan Presiden Barrack Obama ke Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Bali bekerjasama dengan Polda Bali hari ini Sabtu 20 Maret 2010 menggelar workshop yang bertemakan “Mengantisipasi gangguan kamtibmas dan terorisme dalam lingkungan perhotelan dan restaurant” di Nusa Dua – Bali.
Dalam workshop diikuti para pengusaha hotel dan restaurant, serta cheff security, dengan tema yang masih berkaitan dengan standarisasi kemanan hotel dan restaurant yang diterapkan sejak 2009 lalu seperti peralatan pendeteksi atau metal detector, memasang CCTV disetiap sudut ruang, memperbanyak security dan teknis security.
Sekretaris PHRI – Bali, Perry Markus mengatakan saat ini ada sekitar 300-an hotel berbintang yang memiliki standar keamanan, namun ada sebagian hotel melati yang belum memiliki standar kemanan, bahkan di Bali hanya ada satu hotel yang memiliki anjing pelacak, yakni Honrath Hotel.
"Memang tidak semua hotel bisa memiliki fasilitas seperti anjing pelacak, namun itu ide yang bagus apabila setiap hotel memiliki anjing pelacak terutama hotel berbintang," ungkapnya.
Kemanan sebuah hotel, apalagi hotel yang akan kedatangan tamu Negara menjadi prioritas, untuk mengantisipasi segala bentuk ancaman terror Kepolisian Daerah Bali menerapkan daftar indentifikasi sidik jari setiap karyawan hotel dan restaurant.
Perry mengatakan sangat setuju dengan adanya pendataan setiap karyawan, housekeeping, hingga security dengan sidik jari, hal tersebut dapat lebih mudah mendeteksi setiap orang yang mencurigakan.
"Saya sangat setuju dengan program yang diterapkan oleh Polda Bali, salah satunya dengan indentifikasi sidik jari," jelasnya.
Ditanya soal apakah dengan pelatihan ini, pihak-pihak hotel masih merasa dihantui oleh terorisme apalagi terkait kedatangan Obama ke Bali, Perry mengelak bahwa pelatihan kemanan yang dilakukan tidak hanya terkait kedatangan Obama ke Bali, namun pelatihan ini memang rutin dilakukan.
"Keamanan itu kan selalu statis, dan tidak dinamis jadi pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara regular," ujarnya.
Laporan: Peni Widarti | Bali