Nasional

Din: Bongkar Markus di Tubuh Polri!

Pernyataan Susno semakin mengungkap kebobrokan di negeri ini.

Jum'at, 19 Maret 2010, 19:24 WIB
Umi Kalsum
Din Syamsuddin (Joko Kristiono/Surabaya Post)

VIVAnews - Dugaan makelar kasus (markus) di tubuh Polri seperti yang diungkapkan Mantan Kabariskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji langsung mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk PP Muhammadiyah. Organisasi umat Islam yang lahir di Yogyakarta itu meminta agar makelar kasus pajak yang melibatkan jenderal diusut tuntas.

"Pernyataan dari mantan Kabareskrim itu jika benar patut untuk kita dukung. Ini juga menunjukkan kebobrokan di negeri ini semakin terungkap,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Yogyakarta, Jumat, 19 Maret 2010

PP Muhammadiyah merasa sangat prihatin atas kebobrokan yang terjadi para aparatur penyenggara Negara. Meski demikian pernyataan dari Susno Duadji ini perlu diklarifikasi terlebih dahulu. “Jangan sampai ada yang menghambat penegakan hukumnya,” kata dia.

Lebih lanjut Din juga menyatakan kebobrokan yang ada tidak perlu ditutup-tutupi. Kritikan dari Muhammadiyah jangan dianggap sebagai sikap sentimen terhadap pemerintah.

"Muhammadiyah turut serta memiliki tanggung jawab dengan apa yang terjadi di negara ini,” tandasnya.

Susno Duad sebelumnya mempertanyakan dana Rp 25 miliar yang diduga 'dimainkan' para makelar kasus di Mabes Polri. Susno pun dimintai keterangan oleh satgas pemberantasan mafia hukum. Namun nyanyian Susno ini ditepis Mabes Polri dengan menggelar jumpa pers siang tadi.

Laporan: KDW | Yogyakarta

• VIVAnews
Rating
Komentar
kang marjin
23/03/2010
untuk pak Susno Saya bangga karena telah berani mngungkap kebenaran karena tidak ada jendaral maupun kopral kalau pemikiran sudah korup ya tetap korup seperti pepatah mengatakan apabila ada orang sudah punya DUA GUNUNG EMAS PASTI DIA INGIN GUNUNG EMAS YG
Balas   • Laporkan
azwirman
19/03/2010
sudah saatnya para pemimpin dinegeri yang terjajah dari zaman belanda, jepang dan sampai saat ini menegakan keadilan, kami sebagai rakyat kecil turun temurun selalu menderita dan menderita di negeri yang katanya melimpah kekayaan alamnya, dan kami selalu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ