Nasional

2 Kelompok Bentrok di Papua, 3 Orang Terluka

Mereka diketahui adalah dua kelompok yang masih satu jemaat di Gereja Baptis Kotaraja.

Jum'at, 19 Maret 2010, 18:43 WIB
Amril Amarullah
Bentrok di Mimika, Papua (Antara/ M Yamin Gel)

VIVAnews -- Bentrok antar warga kembali terjadi di Papua, tepatnya di Kotaraja Jayapura, Jumat 19 Maret 2010 sore. Mereka diketahui adalah dua kelompok yang masih satu jemaat di Gereja Baptis Kotaraja saling serang dengan menggunakan panah dan senjata tajam.
 
Akibatnya 3 warga terluka dan 3 sepeda motor hangus dibakar. Pemicunya diduga perebutan pengaruh dan aset lingkungan gereja.

Awal terjadinya bentrok, ketika salah satu kelompok meresmikan sebuah sekolah tinggi Teologia yang diklaim sebagai asset Gereja yang dipimpinnya.

Lantas kelompok yang kedua tidak terima, karena sekolah tersebut juga diklaim sebagai aset gereja yang dipimpinannya. Kemudian melakukan penyerangan, dan bentrok pun tak terhindarkan.

Massa kedua kubu yang jumlahnya ratusan orang lantas saling panah dan parang. 3 warga tidak bisa menghindar dan mereka terkena panah. Massa  juga membakar 3 sepeda motor yang berada di TKP.

Aparat kepolisian berupaya menghalau dengan mengeluarkan sejumlah tembakan peringatan, sehingga kedua kelompok yang bertikai berlarian menyelamatkan diri.

Kapolresta Jayapura AKBP Iman Setiawan yang langsung memimpin anggotanya ditengah-tengah bentrok mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan pemicu terjadinya bentrok.

Namun, dari keterangan awal sebagian warga, hanya karena perebutan pengaruh di lingkungan gereja. ''Saat ini kami masih berupaya meredam aksi bentrok dengan menghalau kedua kelompok, dan belum bisa dipastikan penyebab bentrok karena belum ada yang diamankan,''ucapnya.

Menurut Kapolresta, pihaknya masih bersiaga kemungkinan timbulnya bentrok susulan, pasalnya kedua kelompok masih tetap siaga dengan senjata tajam di 2 tempat yang berbeda.  Ratusan Polisi pun saat ini masih bersiaga di TKP.

Laporan: Banjir Ambarita | Papua

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ