VIVAnews - Polisi masih melakukan reka ulang atau rekonstruksi penyergapan teroris di Pamulang, di kediaman mantri Fauzi Syarif. Dalam rekonstruksi ini polisi membawa kembali motor Suzuki Thunder yang menjadi barang bukti tewasnya dua pengawal teroris kakap, Dulmatin.
Pantauan VIVAnews di lokasi reka ulang di kediaman mantri Fauzi Syarif, Gang Asem Nomor 15B RT3/RW5, Pamulang, Tangerang, Banten, terdapat motor Suzuki Thunder berwarna biru.
Pada penggerebekan Selasa 9 Maret lalu, dua pengawal Dulmatin, Hasan Nur dan Ridwan tewas ditembak polisi. Penembakan dilakukan saat keduanya kabur dari arah rumah Fauzi dan melakukan tembakan balik.
Satu penumpang yang menggunakan cadar ternyata adalah seorang pria. Keduanya akhirnya tewas setelah didor polisi ketika mencoba kabur menggunakan Suzuki Thunder biru bernomor polisi T 6413 AU itu.
"Sejak awal, motor itu dibawa ke Polsek Pamulang, lalu dititipkan di sana. Tadi siang kita diperintahkan membawa motor itu ke TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ujar seorang petugas Polsek Pamulang.
Saat ini, motor itu masih terparkir di halaman rumah mantri Fauzi.
Seperti diketahui, Dulmatin alias Joko Pitono tewas dalam penyergapan di Multiplus, Ruko Pamulang Square. Dua pengawal Dulmatin juga tewas dalam pengepungan di sebuah rumah di Gang Asem Pamulang, tak jauh dari lokasi Dulmatin tewas.
ismoko.widjaya@vivanews.com