Nasional

"Susno Maling Teriak Maling, Slip of Tongue"

Brigjen Raja Eriman bereaksi keras atas pertanyaan Susno. "Itu maling teriak maling."

Jum'at, 19 Maret 2010, 16:05 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Polri geger gara-gara pengakuan mantan Kabareskrim, Komisaris Jenderal Susno Duadji bahwa ada dua jenderal yang terkait makelar kasus (markus) dugaan korupsi pajak.

Dua inisial nama jenderal disebut, yakni Brigadir Jederal EI dan Brigadir Jenderal RE.

Direktur II Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigadir Jenderal Raja Erizman, yang diduga inisialnya disebut, langsung bereaksi keras. Dia bahkan menyerang balik Susno. "Itu maling teriak maling," kata Erizman, menanggapi pernyataan mantan atasannya di Bareskrim.

Raja bahkan berjanji akan membeberkan sejumlah bukti aliran dana yang diduga melibatkan Susno.

Namun, ketika ditanyakan kembali maksud 'maling teriak maling' dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat sore, tak ada jawaban dari Raja Erizman. Justru Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang yang menanggapi.

"Itu nggak usah dijawab, slip of tongue [silap lidah]," kata Edward di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 19 Maret 2010.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Susno Duadji mengatakan saat dirinya menjabat sebagai Kabareskrim pernah mendapat laporan dari PPATK tentang adanya transaksi yang mencurigakan di rekening Gayus Tambunan.

Dalam rekening itu terdapat uang sekitar Rp 25 miliar. Namun, setelah dilakukan pengusutan dan konsultasi dengan pihak kejaksaan uang yang dinyatakan terkait tindak pidana hanya sekitar Rp 400 juta saja.

Kemudian Susno mempertanyakan sisa uang sebesar Rp 24,6 miliar. Susno menuding uang sebesar Rp. 24,6 miliar itu dibagi-bagikan kepada sejumlah penyidik. Selain itu dia juga mengatakan uang itu mengalir kepada sejumlah jenderal.

Sehingga Susno mendesak dibongkarnya 'jenderal markus' di lingkungan Mabes Polri.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
akangckp
19/03/2010
dari suasana Psikologis ajah udah ketahuan, kalo nggak bersalah pasti mendukung pembuktian, bukannya balik nuduh, bisa aja emang semua terlibat. dan kita rakyat indonesia pemilik polri, berhak polri bersih n baik...
Balas   • Laporkan
rudy69
19/03/2010
Susno susno ada ada aja de lo.. Klo ada markus knp nga di bongkar selagi anda menjabat kabareskrim. kan itu bawahan anda semua.. apa krn anda dicopot dr kabareskrim yg notabene setorannya nga sampe ke anda lagi????????? setuju saya dgn judul diatas "MALIN
Balas   • Laporkan
rudy69
19/03/2010
susno susno ada2 aja de lo,klo memang ada markus kan pada saat anda menjabat kabareskrim dan itu bawahan anda,kenapa nga di bongkar pak. Apa karna dicopot dr kabareskrim yang notabene nga ada setoran ke anda lagi.... heee heee setuju saya dengan kata kat
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ