VIVAnews - Teriakan 'maling' kembali diteriakan oknum demonstran kepada Wakil Presiden, Boediono -- saat dia memberikan sambutan di lapangan Kantor Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 19 Maret 2010.
Kali ini, pelakunya tujuh orang yang diduga oknum mahasiswa Universitas Islam 45, Bekasi. Jarak mereka dengan Boediono cukup dekat, sekitar 5-10 meter dari podium, masuk ke Ring I pengamanan.
Mereka langsung diringkus aparat keamanan.
Lima pelaku menjatuhkan diri, saling berpegangan -- bahkan ketika diseret petugas hingga Polsek Bantar Gebang yang berada di depan kecamatan. Sementara dua orang lainnya dirangkul dan dibawa ke Polsek.
Namun, para pelaku tak juga diam. Di dalam gedung Polsek mereka masih saja berteriak-teriak, 'Boediono maling'.
Selain membawa para pelaku, aparat juga menyita spanduk bertuliskan 'Turunkan SBY-Boediono, Maling Uang Rakyat Rp 6,7 T' -- yang tak sempat dibentangkan.
Saat mendengar teriakan 'maling', Boediono hanya berkomentar. "Itu contoh bagian dari demokrasi," kata Boediono yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia.
Sebelumnya, teriakan 'maling' juga diarahkan pada Boediono saat memberi keterangan pada Pansus Century DPR RI.
Saat itu, pelakunya, Ahmad La Ode Kamaluddin alias Kamal (35), presidium Komite Aksi Pemuda Anti-Korupsi.
wah seru nih...kayanya pada cinta BUDIONO nih....muanteplah, tapi ane egak suka tuh habis KIKIR ke mekah saja egak mau dia apalagi mbagiin duit gratis ke rakyat miskin, mimpe kale....
lebih baik disimpan saja ya BUD, ke bank Century he.e.e.e.e..e
oknum mahasiswa yg tdk beretika memang ditunggangi kepentingan asing untuk merendahkan bangsanya sendiri dengan cara-cara yang anarkis, premanisme bukan otak dan moral yang digunakan. Kasihan ya mahasiswa yg tak berotak tersebut.
oknum mahasiswa yg tdk beretika memang ditunggangi kepentingan asing untuk merendahkan bangsanya sendiri dengan cara-cara yang anarkis, premanisme bukan otak dan moral yang digunakan. Kasihan ya mahasiswa yg tak berotak tersbur.
napa ya robert tantular dan misbakhun, tidak pernah diteriaki maling , apa mereka ga pernah baca koran, taunya cuma honor dari korlap aja sebesar 25000 sekali demo........ kasihan banget.
Saya terus terang kurang simpatik dengan mahasiswa yang hanya bisa teriak maling...mungkin mereka juga stress berat dikampus....tolong pak polisi proses mereka secara hukum....karena mereka sudah kebablasan.....
Kejadian seperti ini akan terus berulang selama Yudhoyono banci yang memerintah. Demo anarkis dibiarkan. Orang boleh maki orang lain sesukanya. Itu bukan demokrasi tapi kriminal.