Nasional

7 Peneriak 'Boediono Maling' Diduga Mahasiswa

Aparat juga menyita spanduk 'Turunkan SBY-Boediono Maling Uang Rakyat Rp 6,7 T'.

Jum'at, 19 Maret 2010, 15:01 WIB
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Teriakan 'maling' kembali diteriakan oknum demonstran kepada Wakil Presiden, Boediono -- saat dia memberikan sambutan di lapangan Kantor Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat 19 Maret 2010.

Kali ini, pelakunya tujuh orang yang diduga oknum mahasiswa Universitas Islam 45, Bekasi. Jarak mereka dengan Boediono cukup dekat, sekitar 5-10 meter dari podium, masuk ke Ring I pengamanan.

Mereka langsung diringkus aparat keamanan.

Lima pelaku menjatuhkan diri, saling berpegangan -- bahkan ketika diseret petugas hingga Polsek Bantar Gebang yang berada di depan kecamatan. Sementara dua orang lainnya dirangkul dan dibawa ke Polsek.

Namun, para pelaku tak juga diam. Di dalam gedung Polsek mereka masih saja berteriak-teriak, 'Boediono maling'.

Selain membawa para pelaku, aparat juga menyita spanduk bertuliskan 'Turunkan SBY-Boediono, Maling Uang Rakyat Rp 6,7 T' -- yang tak sempat dibentangkan.

Saat mendengar teriakan 'maling', Boediono hanya berkomentar. "Itu contoh bagian dari demokrasi," kata Boediono yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia.

Sebelumnya, teriakan 'maling' juga diarahkan pada Boediono saat memberi keterangan pada Pansus Century DPR RI.

Saat itu, pelakunya, Ahmad La Ode Kamaluddin alias Kamal (35), presidium Komite Aksi Pemuda Anti-Korupsi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ericmuharlis
08/04/2010
Orang2 cuma bisanya berteriak-teriak semata bagaikan tong kosong nyaring bunyinya... Begitulah dunia unjuk bacot.
Balas   • Laporkan
mafia
08/04/2010
wah seru nih...kayanya pada cinta BUDIONO nih....muanteplah, tapi ane egak suka tuh habis KIKIR ke mekah saja egak mau dia apalagi mbagiin duit gratis ke rakyat miskin, mimpe kale.... lebih baik disimpan saja ya BUD, ke bank Century he.e.e.e.e..e
Balas   • Laporkan
Emir
08/04/2010
oknum mahasiswa yg tdk beretika memang ditunggangi kepentingan asing untuk merendahkan bangsanya sendiri dengan cara-cara yang anarkis, premanisme bukan otak dan moral yang digunakan. Kasihan ya mahasiswa yg tak berotak tersebut.
Balas   • Laporkan
Emir
08/04/2010
oknum mahasiswa yg tdk beretika memang ditunggangi kepentingan asing untuk merendahkan bangsanya sendiri dengan cara-cara yang anarkis, premanisme bukan otak dan moral yang digunakan. Kasihan ya mahasiswa yg tak berotak tersbur.
Balas   • Laporkan
dodol
24/03/2010
maklum aja biaya kuliah sekarang mahal, jadi perlu kerja sambilan jadi pendemo..instan lagi cuma teriak dan bakar2 udah dapet doku..
Balas   • Laporkan
tarkoni
22/03/2010
napa ya robert tantular dan misbakhun, tidak pernah diteriaki maling , apa mereka ga pernah baca koran, taunya cuma honor dari korlap aja sebesar 25000 sekali demo........ kasihan banget.
Balas   • Laporkan
tulus
22/03/2010
jd pemimpin skrg beda dgn jaman suharto....,yg jls bkn krn pemimpinnya tp mmg mhsw skrg sdh lepas kendali dan cenderung biadaaaaab.....!!
Balas   • Laporkan
susanto
20/03/2010
Mahasiswa perilakunya kok begitu. Notabene mahasiswa islam lagi. Malu dong ......islam mengajarkan tingkah laku dan ucapan yg santun. Kalau nggak setuju cari cara yg simpatik. Sekarang pertanyaannya dibalik sejauh mana yg neriakan maling , kelakuan sehari
Balas   • Laporkan
ANTO
19/03/2010
Saya terus terang kurang simpatik dengan mahasiswa yang hanya bisa teriak maling...mungkin mereka juga stress berat dikampus....tolong pak polisi proses mereka secara hukum....karena mereka sudah kebablasan.....
Balas   • Laporkan
Kim
19/03/2010
Kejadian seperti ini akan terus berulang selama Yudhoyono banci yang memerintah. Demo anarkis dibiarkan. Orang boleh maki orang lain sesukanya. Itu bukan demokrasi tapi kriminal.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ