VIVAnews - Partai Demokrat menilai penundaan Presiden Amerika Serikat Barack Obama memberikan kesempatan kepada Indonesia mematangkan kerjasama komprehensif kedua negara. Selain itu, Obama tentu lebih tenang dan rileks pada agenda yang ditunda jadi Juni nanti itu.
"Tentu saja kami menghargai jadwal Presiden Obama," kata Anas Urbaningrum, Ketua Partai Demokrat. "Adalah hal yang bisa dimengerti jika Presiden Obama mendahulukan agenda domestiknya," ujarnya secara tertulis ke VIVAnews.
Buat Obama, kunjungan Medio Juni nanti akan lebih tenang, rileks dan konsentrasi. "Buat pihak Indonesia malah ada kesempatan untuk makin mematangkan rincian dari comprehensive partnership dengan USA," ujar Anas.
Selanjutnya, kata Anas, wajar jika Demokrat berharap penundaan jadwal ini adalah untuk yang terakhir kali. "Kalau kelak ditunda kembali, rasanya kunjungan Obama ke Indonesia menjadi terkesan agak kurang manis, meskipun substansinya pasti tidak berubah," kata Anas.
Seperti diketahui, Obama membatalkan kedatangannya ke Indonesia. Rencananya ia akan mengadakan kunjungan tiga hari mulai 23 hingga 25 Maret 2010.
Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs hari Kamis, 18 Maret 2010, mengatakan kalau presidennya merasa kecewa harus menunda kembali lawatannya ke Asia dan Australia.