VIVAnews - Gara-gara RUU Kesehatan, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama membatalkan kunjungan kenegaraan di Indonesia dan Australia.
Menurut Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal, reformasi kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi Obama.
"Reformasi kesehatan ini tema kampanye Obama pada Pemilu 2009," kata Dino di Kompleks Istana Negara, Jumat 19 Maret 2010.
"Kalau UU Kesehatan gagal maka akan ada konsekuensi negatif yang dramatis, sementara kalau berhasil ini akan jadi prestasi besar Obama karena dalam beberapa tahun sebetulnya hampir semua presiden ingin mereformasi tapi nggak berhasil," kata Dino.
"Presiden Obama mengambil risiko politik besar sekali," tambah Obama.
Kata Dino, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah ingatkan Obama. "Presiden menekankan, jangan Obama ke Jakarta tapi pikirannya masih di Washington di mana ada pertarungan politik masih berlangsung dan tak terselesaikan," lanjut Dino.
Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs hari Kamis, 18 Maret 2010, mengatakan kalau presidennya merasa kecewa harus menunda kembali lawatannya ke Asia dan Australia.
Seperti diberitakan AP, Gibbs mengungkapkan kalau Obama sudah memberi tahu para pemimpin negara-negara yang akan dikunjunginya kalau masalah Rancangan Undang-undang Kesehatannya di dalam negerinya menjadi prioritas.
"Presiden yakin saat ini Washington adalah tempat di mana ia seharusnya berada," kata Gibbs.
Obama mengambil keputusan final untuk menunda lawatannya dalam rapat singkat di ruang oval Gedung Putih hari Kamis pagi waktu Washington.
Sebelumnya Obama juga sudah pernah menunda kedatangannya ke Indonesia. Rencana pertama ia akan tiba pada 18 Maret 2010 sebelum kemudian 'diralat' juga dengan alasan masih menemui kendala legislasi Rancangan Undang-undang Kesehatannya yang revolusioner.
Obama sudah punya jadwal baru. Ia akan mengunjungi Asia bulan Juni 2010.