Nasional

Susno Duadji: Hei Munafik, Turun...

Apa yang Susno sampaikan adalah bentuk ketidaksetujuannya.

Jum'at, 19 Maret 2010, 04:30 WIB
Amril Amarullah
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -- Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris  Jenderal Susno Duadji menggelar konferensi pers terkait pernyataannya bahwa ada jenderal di Polri yang terlibat makelar kasus (markus).

Susno menjelaskan motivasinya membongkar kasus tersebut. "Kasarannya, kalau saya mau kembali menjabat di Polri, tarik saya. Hei munafik, turun," kata Susno di Kantor Satgas Antimafia Hukum, kemarin.

Menurut Susno, apa yang dia sampaikan adalah bentuk ketidaksetujuannya atas perilaku yang tidak satu kata dan tidak satu perbuatan.

"Suka melepas tanggung jawab, mengorbankan anak buah, antara perbuatan dan perkataan munafik, mendapatkan kekayaan dengan cara ilegal, salah gunakan jabatan, mencari kesalahan orang lain, menutupi kejahatan di tubuh Polri, melindungi judi, preman, narkotika, ilegal logging dan ilegal mining," tambah dia.

Susno mengatakan dia ingin anggota Polri, dalam level apapun juga sadar bahwa Polri itu adalah milik rakyat bukan milik pimpinan atau elit polisi. Institusi Polri, kata dia, harus dikelola dengan baik sesuai kehendak rakyat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Bahwa apapun pangkat dan jabatannya harus peka terhadap rasa keadilan yang berlaku dalam masyarakat, agar seperti kasus Prita, nenek mencuri kapuk, kaos oblong tak terulang lagi," kata Susno.

"Saya mengimbau anggota Polri tak malu dan menutupi perbuatan tercela dan pidana yang dilakukan oknum Polri. Justru harus diproses transparan, cepat dan adil," tambah dia.

Kasus dugaan adanya 'jenderal markus' di Polri bermula dari pernyataan Susno.

Susno mengatakan ketika dirinya masih menjabat sebagai Kabareskrim, pada 2009 lalu, terdapat laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Laporan itu tentang pembengkakan rekening seorang karyawan pajak atas nama Gayus M Tampubolon. Uang dalam rekening itu senilai Rp 25 miliar.

Namun, dalam penyidikan, uang yang dinyatakan bermasalah adalah Rp 400 juta. Sedangkan sisanya, kata Susno, yakni sekitar Rp 24,6 miliar tidak diketahui keberadaannya.

Susno pun menyebutkan beberapa nama pejabat polri yang diduga menjadi markus.

Untuk markus yang berada di Mabes Polri, Susno menyebutkan beberapa inisial. "Brigjen EI, yang kemudian digantikan Brigjen RE, KBP E, dan Kompol A," kata dia.

Kasus 'jenderal markus' hanya satu dari beberapa kejutan yang dikeluarkan Susno Duadji. Sebelumnya, mantan Kapolda Jawa Barat itu jadi tokoh sentral dalam kasus Cicak Vs Buaya, bersaksi di sidang Antasari Azhar, bahkan menyebut penyidikan kasus Bank Century tak berlanjut demi Boediono.

• VIVAnews
Rating
Komentar
wayan bali
20/01/2011
pak susno ber jauang lah demi moral bangsa semoga bangsa ini todak di pinpin maling. 2014 anak bangsa menunggu mu. bongkar semua. tunjukan bahwa you benar 90%. 105 salah tidak apa. karena you manusia. sekarang kesempatn you cabut itu tumor di tubuhpp
Balas   • Laporkan
kwee tjeng
11/07/2010
saya suka berterus terang,memeng harus bersih bersih agar tidak menjadi busuk , teruskan dan lanjutkan kami cinta polisi yang bersih dan bijaksana menjalankan tugas. jangan jual hukum terutama bila ada operasi tilang.
Balas   • Laporkan
acca
02/07/2010
kebenaran akan terungkap pada waktunya, siapa yang menuai benih ia pula yang menuai hasiLnya. Tuhan Maha Tahu...!!!
Balas   • Laporkan
dicky
25/06/2010
kalau kita mau bicara jujur,berapa orang dari masyarakat kecil yang suka kpd polisi?pendapat saya adalah dibentuk kembali PM(polisi militer)yg terdiri dari TNI,sebagai penyidik dan seterusnya apabila terjadi tindakan kriminal oleh oknum polisi,hal ini sam
Balas   • Laporkan
ahmad zaenuri
28/05/2010
memang benar kenyataannya,banyak oknum polisi didaerah (khususnya lantas dan reskrim ) menjadi garangan alias kucing garong,nggarong apa saja yang menurut nafsu bejat mereka menguntungkan,persis binatang !suatu saat perlu di...huuhh.
Balas   • Laporkan
ahmadzaenuri
28/05/2010
sabar dan tenang pak susno,banyak pendukung anda untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran.walaupun anda dikerangkeng tapi anda damai karena Alloh lebih dekat dari urat lehermu,lebih baik dikerangkeng didunia karena kebenaran dari pada dibakar dineraka
Balas   • Laporkan
yanto
20/05/2010
wah yang munafik syapa yaa..... kalo kita mau beri komentar lebih baik liat dulu lah siapa bapak susno itu. dia kaya juga dari polisi juga kok
Balas   • Laporkan
catur
20/05/2010
alhamdulillah pak susno. semoga Allah swt memudahkan perjuangan bapak. moga2 orang2 seperti kapolri itu dilaknat oleh Allah swt. karena menutupi kebenaran yang ada. pemimpin yg tahu tapi diam aja jangan tanya dosa yg diberikan oleh Allah swt. paling berap
Balas   • Laporkan
Anak Bangsa
13/05/2010
Lanjutkan terus pak Komjen Susno.... bongkar semua praktek mafia yang berlangsung di Indonesia ini..... Kami anak bangsa mendukung sepenuhnya tindakan yang bapak ambil.... Bapaklah satu-satunya yang berani mengungkap praktek mafia di tubuh Polri, Kejaksan
Balas   • Laporkan
Anak Bangsa
13/05/2010
Lanjutkan terus pak Komjen Susno.... bongkar semua praktek mafia yang berlangsung di Indonesia ini..... Kami anak bangsa mendukung sepenuhnya tindakan yang bapak ambil.... Bapaklah satu-satunya yang berani mengungkap praktek mafia di tubuh Polri, Kejaksan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ