Nasional

Aceh Bukan Target Penyerangan Teroris

Aceh hanya dijadikan tempat latihan militer saja dan tidak ada rencana penyerangan di Aceh

Kamis, 18 Maret 2010, 20:41 WIB
Amril Amarullah
Terduga teroris ditembak mati di Aceh Besar Jumat 12 Maret 2010 (Antara/ Ampelsa)

VIVAnews -- Analisis Keamanan di Aceh Teuku Ardiansyah menilai, Aceh hanya dijadikan tempat latihan militer saja dan tidak ada rencana penyerangan di Aceh.

"Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan mereka bukan berasal dari Aceh dan mereka juga tidak punya target disini," ujarnya kepada VIVAnews, Kamis 18 Maret 2010.

Menurutnya, Aceh bukanlah target utama teroris, Aceh hanya sebagai tempat untuk latihan militer.

Karena, lanjut dia, pola kelompok yang menjalankan latihan militer di kawasan perbukitan Jalin Aceh Besar itu, masih sama dengan kelompok radikal sebelumnya.

Sementara soal adanya kelompok Tanzim Al Qaeda Serambi Mekah hanya untuk  mengecoh publik. Pengunaan nama itu hanya untuk menonjolkan bahwa ada kelompok Islam garis keras yang berasal dari Aceh.

"Saya kira itu hanya masalah penamaan saja, yang jelas mereka ini adalah pemain-pemain lama yang telah bergabung dari berbagai kelompok seperti Jamaah Islamiah, Darul Islam dan juga gerakan-gerakan Islam lainnya," kata Ardiansyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muktar Ibrahim, seorang buronan polisi yang diduga terkait dengan kelompok yang diduga teroris di Aceh, menyerahkan diri ke Kepolisian Aceh. Dia disebut-sebut sebagai panglima Tanzim Al Qaeda Serambi Mekah wilayah Pase.

Muchtar juga menyerahkan tiga pucuk senjata api jenis colt dan sepucuk M-16, berikut 401 butir peluru pistol colt, 100 peluru FN 45, dan 283 peluru jenis M-16 dan AK-47, melalui Polres Lhokseumawe. Senjata tersebut merupakan titipan dari salah seorang buron lainnya bernama Maulana, yang berhasil lolos dalam penyergapan Polisi di Kawasan Lamkabeu Aceh Besar.

Penyerahan diri Muchtar atas anjuran Tengku Muslim At-Tahirri, pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahiddin yang juga merupakan guru Muchtar.Kini baik Muchtar maupun Tengku Muslim At-tahirri masih diperiksa intensif di markas Polda Aceh. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Farid Ahmad menyatakan Tengku Muslim hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Laporan: Muhammad Riza | Aceh



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ