VIVAnews -- Kementerian Pendidikan Nasional menegaskan tidak akan membebani biaya ujian nasional tingkat SMA, SMK, SMP, MTSN dan SD bagi para siswa. Seperti yang ditegaskan, Wakil Mendiknas Fasli Djalal di Jakarta, Kamis 18 Maret 2010.
"Tidak ada pungutan dengan alasan apapun, baik dari guru, sekolah, dan pemda kepada murid terkait biaya ujian nasional," ujar Fasli Djalal kepada wartawan.
Menurutnya, semua biaya untuk penyelenggaran ujian nasional sudah dibiayai oleh Depdiknas. "Jadi kalau masih ada siswa yang dimintai biaya, silakan lapor, pasti akan langsung ditindak," tegasnya.
Terkait dengan pendistribusian soal ujian nasional khususnya di tingkat SMA dan SMK, tidak mengalami kendala. "H-2 soal-soal sudah berada di rayon yang telah ditentukan, jadi pihak sekolah tidak perlu takut jika soal-soal datang terlambat," katanya.
Selain itu, pihaknya memastikan jika pendistribusian soal akan dikawal oleh pihak kepolisian di masing-masing Polda. Begitu juga, saat soal sudah berada di rayon, akan dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
Tentunya ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya kebocoran soal ujian nasional. "Untuk saat ini kesiapan di seluruh wilayah Indonesia sudah hampir mencapai 100 persen," imbuhnya.
Data di Departeman Pendidikan Nasional, Peserta ujian nasional di tahun ini untuk tingkat SMA/SMK mencapai 3.610.625 siswa, sedangkan SMP/MTS mencapai 2.448.071 siswa, dan ditingkat SD mencapai 4.000.000 siswa.
Sedangkan pelaksanaan ujian di tingkat SMA/SMK akan digelar pada tanggal 22-26 Maret 2010, untuk ujian susulan 29-31 Maret, dan ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus 10-14 Mei.
Untuk pelaksanaan ujian nasional di tingkat SMP/MTS akan digelar 29 Maret-1 April, ujian susulan 5-8 April, dan ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus 17-20 Mei. Dan pelaksanaan ujian nasional di tingkat SD akan digelar 4-6 Mei sedangkan ujian susulan 10-12 Mei.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan untuk DKI Jakarta siswa SMA/SMK yang mengikuti ujian nasional sebanyak 129.085, SMP/MTS sebanyak 141.156 siswa, dan SD sebanyak 141.380 siswa.
Menurutnya, dalam ujian nasional tahun ini tingkat kelulusan di DKI Jakarta tidak akan menurun. "Tahun lalu di tingkat SMA 96,5 persen, SMP 99,81 persen, dan SD 100 persen. Saya yakin tahun ini tidak akan menurun, pasalnya setiap sekolah dan guru telah melakukan persiapan kepada siswa-siswanya," tegas Taufik.
Taufik menambahkan, saat ini soal-sola ujian nasional di tingkat SMA telah selesai dicetak, dan tengah dilakukan pengepakan untuk dikirim ke 8 rayon di wilayah Jakarta dan pulau seribu. "Rencanya minggu akan distribusikan ke rayon-rayon, dipastikan tidak akan ada kendala terlambat dalam pendistribusian tersebut," tutupnya.
Sebagai informasi, Depdiknas juga bukan layanan pengaduan penyelenggaraan ujian nasioanal ke nomor 1777.