VIVAnews - Menteri Pendidikan Nasional M Nuh menjamin tak akan ada kebocoran soal Ujian Nasional (Unas). Dia menghimbau agar masyarakat tak percaya edaran soal ujian karena itu pasti palsu.
Menurut dia dalam situasi Unas, ada pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan. Biasanya dengan menggunakan modus soal tahun lalu yang diganti kop tanggalnya.
"Lalu difotokopi dan dijual kepada masyarakat. Masyarakat jangan percaya seolah ada soal Unas yang bocor," kata dia seusai rapat terbatas di bidang Kesejahteraan Rakyat di Kantor Presiden Jakarta, Kamis 18 Maret 2010.
Menurutnya, setiap titik mempunyai potensi kecurangan dalam Unas. Titik itu mulai dari titik pembuatan soal, penggandaan, distribusi percetakan ke daerah, dari daerah ke sekolah, pelaksanaan Unas, hingga pengembalian lembar jawaban.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Nasional tidak ingin mengambil spekulasi dan melakukan pengamanan di semua titik. Dia menjelaskan pengamanan itu mulai dari pengawas selama 24 jam dari Polri dan Kepala Dinas, satpam percetakan.
Prosedur yang dilakukan seperti setiap orang yang masuk ke percetakan tidak boleh memakai sepatu dan membawa telepon genggam. Jika ada soal cacat dimusnahkan dengan dibakar.
M Nuh mengatakan persiapan Unas yang diselenggarakan 22 Maret mendatang sudah siap. Seluruh penggandaan sudah rampung dan saat ini tengah didistribusikan ke daerah, dan sudah diperhitungkan untuk daerah dengan jarak terjauh.
Dia meminta kepada masyarakat jika terdapat aduan bisa menghubungi layanan bebas pulsa 177 dan bisa mengirimkan email ke: aduan@depdiknas.go.id.