VIVAnews - Akun Facebook milik Ibnu Rachal Farhansyah dibombardir cercaan setelah ia menuliskan status yang dianggap menghina umat Hindu Bali. Tidak sedikit yang meminta Ibnu diusir dari Pulau Dewata. Apa kata Koalisi Rakyat Bali soal status Ibnu yang bikin geger itu?
KRB meminta pihak-pihak yang pro dan kontra cooling down. Koordinator KRB I Gusti Ngurah Harta meminta masalah Ibnu tidak dibawa ke wilayah hukum, karena dapat memicu perpecahan antar suku, apalagi peristiwa ini sangat sensitif dan menyangkut isu SARA.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang dapat menimbuklan perpecahan, mungkin pria itu belum tahu apa itu Nyepi yang sesungguhnya,” ujar Gusti kepada VIVAnews, Kamis 18 Maret 2010.
KRB juga sudah mengeluarkan pernyataan sikap bersama sejumlah organisasi pemuda lainnya, yakni meminta masyarakat untuk memaafkan Ibnu dan dapat menyikapinya secara bijak dan tidak membesar-besarkan.
“Lagi pula si Ibnu kan sudah meminta maaf kepada semua masyarakat melalui facebooknya, jadi sewajarnya sebagai umat manusia yang beragama kita harus memaafkannya, dan biarlah itu menjadi pelajaran bagi Ibnu” tambahnya.
Sebelumnya di saat mayoritas masyarakat Bali menggelar ritual Nyepi, Selasa 16 Maret 2010, Ibnu malah menulis status yang memicu konflik. Status tersebut langsung menuai komentar kemarahan dari sejumlah temannya di akun tersebut.
Ibnu dicap sebagai sosok munafik yang tidak menghargai umat Hindu. Banyak pula yang meminta Ibnu untuk pergi meninggalkan Bali ataupun mengancam melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, yakni polisi.
Tidak hanya itu di jejaring sosial Facebook juga muncul grup yang kontra dengan Ibnu. Mereka membuat akun “Usir Ibnu dari Bali”, “Adili Ibnu” dan sebagainya yang bersifat menghujat Ibnu. Meski begitu group akun facebook yang pro terhadap Ibnu juga bermunculan, seperti “Maafin Ibnu”.
Laporan : Peni Widarti | Bali