Nasional

Koalisi Rakyat Bali Tanggapi Facebook Ibnu

KRB meminta umat Hindu Bali cooling down terkait kasus Ibnu.

Kamis, 18 Maret 2010, 14:59 WIB
Umi Kalsum
  (facebook.com)

VIVAnews - Akun Facebook milik Ibnu Rachal Farhansyah dibombardir cercaan setelah ia menuliskan status yang dianggap menghina umat Hindu Bali. Tidak sedikit yang meminta Ibnu diusir dari Pulau Dewata. Apa kata Koalisi Rakyat Bali soal status Ibnu yang bikin geger itu?

KRB meminta pihak-pihak yang pro dan kontra cooling down. Koordinator KRB I Gusti Ngurah Harta meminta masalah Ibnu tidak  dibawa ke wilayah hukum, karena dapat memicu perpecahan antar suku, apalagi peristiwa ini sangat sensitif dan menyangkut isu SARA.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang dapat menimbuklan perpecahan, mungkin pria itu belum tahu apa itu Nyepi yang sesungguhnya,” ujar Gusti kepada VIVAnews, Kamis 18 Maret 2010.

KRB juga sudah mengeluarkan pernyataan sikap bersama sejumlah organisasi pemuda lainnya, yakni meminta masyarakat untuk memaafkan Ibnu dan dapat menyikapinya secara bijak dan tidak membesar-besarkan.

“Lagi pula si Ibnu kan sudah meminta maaf kepada semua masyarakat melalui facebooknya, jadi sewajarnya sebagai umat manusia yang beragama kita harus memaafkannya, dan biarlah itu menjadi pelajaran bagi Ibnu” tambahnya.

Sebelumnya di saat mayoritas masyarakat Bali menggelar ritual Nyepi, Selasa 16 Maret 2010, Ibnu malah menulis status yang memicu konflik. Status tersebut langsung menuai komentar kemarahan dari sejumlah temannya di akun tersebut.

Ibnu dicap sebagai sosok munafik yang tidak menghargai umat Hindu. Banyak pula yang meminta Ibnu untuk pergi meninggalkan Bali ataupun mengancam melaporkan kasus ini ke pihak berwenang, yakni polisi.

Tidak hanya itu di jejaring sosial Facebook juga muncul grup yang kontra dengan Ibnu. Mereka membuat akun “Usir Ibnu dari Bali”, “Adili Ibnu”  dan sebagainya yang bersifat menghujat Ibnu. Meski begitu  group akun facebook yang pro terhadap Ibnu juga bermunculan, seperti “Maafin Ibnu”.


Laporan : Peni Widarti | Bali

• VIVAnews
Rating
Komentar
qqq
24/03/2010
Bro semua, yang semacam mas Ibnu ini banyak ada bekeliaran di facebook, maksud saya pada umumnya mereka tidak sadar bahwa apa yang disampaikan di fb itu sudah menjadi konsumsi publik. Pelajaran buat kita semua dan unutk saling mengingatkan supaya bro di f
Balas   • Laporkan
adi mahardika
19/03/2010
asal jgn sekedar bicarea..ibnu harus bertanggung jawab atas semua itu,asal jgn maaf.semua orang bisa bilang maaf..
Balas   • Laporkan
abdullah
18/03/2010
saya yakin orang yang bernama IBNU bakalan tidak bisa tidur nyenyak, makanya kalau mau tulis status pikir dulu.
Balas   • Laporkan
sutrisna dewi
18/03/2010
Sdri giggsy, siapa musuh siapa? Mengapa kok musuh? siapa menganiaya siapa? Harap pokok permasalahan jangan digeser-geser begitu jauh. Menilai ucapan Ibnu bisa pake norma umum yang universal ajalah...gak usa pake norma agama juga bisa... Hati-hati loh anda
Balas   • Laporkan
AREMA
18/03/2010
indonesia terdiri dari bermacam2 suku,agama,budaya,adat istiadat bos... kalo cuman pengen satu aja sana pergi dari indonesia.. Hidup Indonesia !!!
Balas   • Laporkan
bedul
18/03/2010
jad pelajaran bwat semuanya,,hrs slg menghargai,,n berpikir seblum bertindak...tar panjang urusannya :)
Balas   • Laporkan
giggsy
18/03/2010
Seperti ada firman tertulis: "...kasihilah & doakanlah musuh yg menganiaya kamu..." Memang sangat sulit utk menerapkan firman di atas dlm khidupan kita sehari-hari.
Balas   • Laporkan
giggsy
18/03/2010
seperti ada firman yg tertulis: "...kasihilah & doakan lah musuh yg menganiaya kamu..." Memang sangat sulit utk menerapkan ayat tsb dlm khidupan kita sehari-hari.
Balas   • Laporkan
coy
18/03/2010
maaf si gampang bos .. tapi .....???? kan harus di klaripikasi juga bos ......///
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ