Nasional

Istana Ralat Pernyataan Azyumardi Azra

Yakni soal pernyataan, "Agar tidak memperlakukan Obama sama dengan Bush".

Kamis, 18 Maret 2010, 14:55 WIB
Ismoko Widjaya, Nur Farida Ahniar
Barack Obama dan George W. Bush (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Istana Kepresidenan meralat keterangan yang telah disampaikan Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Azyumardi Azra, yang menyebut jangan samakan Barack Obama dengan George W Bush.

"Tidak bermaksud dibandingkan dengan Kepala Negara yang lain atau Presiden yang lain selain Presiden Obama," kata juru bicara kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 18 Maret 2010.

Menurut Julian, inti dari yang disampaikan Azyumardi adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat menghargai dan menyambut baik kedatangan Obama sebagai tamu. Dan lebih dari itu, Obama juga memiliki kedekatan secara pribadi.

"Tidak ada maksud membandingkan dengan Presiden yang lain atau hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan yang lain," ujar mantan Wakil Dekan FISIP UI ini.

Julian menekankan, masyarakat Indonesia khususnya Presiden SBY sangat senang dan menyambut baik kedatangan Presiden Obama. Dalam menyampaikan klarifikasi, Julian tampak didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Menurut Sudi, Presiden SBY tidak menyampaikan seperti apa yang diucapkan Azyumardi Azar. Meski Sudi ikut dalam pertemuan antara SBY dengan ICMI, tapi dirinya tidak ikut jumpa pers dengan Azyumardi.

"Bisa misspersepsi. Seolah-olah, padahal Presiden tidak sampaikan seperti itu," ujar Sudi.

Sebelumnya, Azyumardi mengatakan, Presiden SBY meminta masyarakat Indonesia jangan menyamakan perlakuan antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan George W Bush. Obama beda dengan Bush.

"Berkaitan dengan kunjungan Obama, Presiden SBY mengimbau agar tidak memperlakukan Obama sama dengan Bush. Karena Obama sangat mencintai dan menghargai Indonesia," kata Azyumardi Azra usai bertemu Presiden SBY siang tadi.


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Leos
16/08/2010
Hah.? Indonesia kok bisanya cuma skeptis ma Pimpinan negara lain. Bukalah mata mu wahai saudara sebangsa, bahwa bangsa kita masih jauh dari "mandiri". Beribu pun cendekiawan kita, hanya bisa menghasilkan beribu "Opini", beribu "Sikap Skeptis".
Balas   • Laporkan
dadan
18/03/2010
Untuk menilai orang lain yang jelas saja, bahwa kedua presiden AS tersebut membawa bencana khususnya kaum muslim,kenapa harus takut bung, ga ada yang lebih baik dari keduanya. dimana nyali para cendikia negeri ini bos,,paranoid amat,makanya jangan tergant
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ