Nasional

Kenapa Susno Beber Jenderal Markus ke Publik

Susno menolak disebut penghianat. "Yang menutup-nutupi kasus Polri itu penghianat."

Kamis, 18 Maret 2010, 14:33 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji membuka dugaan adanya jenderal Polri yang terlibat dugaan makelar kasus (markus) pajak.

"Perjuangan yang saya lakukan tujuannya murni untuk membantu Kapolri mereformasi Polri dan membasmi para penghianat yang merusak citra Polri," kata dia di Kantor Satgas Antimafia Hukum di Jakarta, Kamis 18 Maret 2010.

Susno juga mengaku apa yang dia lakukan untuk memberantas penghianat dan korupsi di tubuh Polri. "Mencegah pimpinan yang tega terhadap anak buah atau raja tega," jelas dia.

Susno juga menolak dikatakan penghianat Polri.  "Mencegah atau menutup-nutupi kasus yang dilakukan anggota Polri. Yang menutup-nutupi kasus Polri itu penghianat," kata dia.

Apalagi, tambah Susno, sebelum membukanya ke publik, dia sudah menyampaikan kasus dugaan markus ke para pejabat Polri.

"Informasi tentang adanya markus di Mabes Polri sebenarnya sudah saya sampaikan pada pimpinan Polri maupun Bareskrim, namun tidak ada yang memberikan respon yang memuaskan," kata dia.

"Bahkan sebaliknya kasus itu seolah-olah tidak pernah terjadi dan saya yang ngarang sehingga saya buka ke publik yang memiliki Polri," lanjut dia.

Susno juga membantah anggapan bahwa apa yang dia lakukan bertujuan mendapatkan popularitas dan bisa menjabat lagi di Polri.

"Saya.....sangat mencintai Polri. Oleh karenanya kalau ada pihak manapun yang ingin menghancurkan Polri, maka saya berada di barisan terdepan untuk mengorbankan nyawa. Apalagi kalau hanya jabatan dan pangkat," kata dia.

***
Kasus dugaan adanya 'jenderal markus' di Polri bermula dari pernyataan Susno -- yang ditujukan untuk mengritik kerja Satgas Antimafia Hukum.

Susno mengatakan ketika dirinya masih menjabat sebagai Kabareskrim, pada 2009 lalu, terdapat laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Laporan itu tentang pembengkakan rekening seorang karyawan pajak atas nama Gayus M Tampubolon. Uang dalam rekening itu senilai Rp 25 miliar.

Namun, dalam penyidikan, uang yang dinyatakan bermasalah adalah Rp 400 juta. Sedangkan sisanya, kata Susno, yakni sekitar Rp 24,6 miliar tidak diketahui keberadaannya.

Susno pun menyebutkan beberapa nama pejabat polri yang diduga menjadi markus.

Untuk markus yang berada di Mabes Polri, Susno menyebutkan beberapa inisial. "Brigjen EI, yang kemudian digantikan Brigjen RE, KBP E, dan Kompol A," kata dia.

Kasus 'jenderal markus' hanya satu dari beberapa kejutan yang dikeluarkan Susno Duadji. Sebelumnya, mantan Kapolda Jawa Barat itu jadi tokoh sentral dalam kasus Cicak Vs Buaya, bersaksi di sidang Antasari Azhar, bahkan menyebut penyidikan kasus Bank Century tak berlanjut demi Boediono.

• VIVAnews
Rating
Komentar
bagong
04/04/2010
Indonesia betul2 butuh 10 orang lagi sperti Susno Due Aji. Susno Yang Punya AJI. SUSNO YANG PUNYA HARGA DIRI. dan susno yang punya Aji piweling nan sakti. Salam hormat dari Bagong. MERDEKA.
Balas   • Laporkan
imam
30/03/2010
Bukti ketidak tegasan dan wibawa seorang pimpinan bisa menyebabkan sistem itu sendiri rapuh oleh ahlak yang tidak baik.saya dukung pak susno semoga kebenaran segera terungkap maju terus pantang mundur kepalang basah mandi sekalian.
Balas   • Laporkan
PieterYun
18/03/2010
tragis melihat bangsa ini yang selalu mengklaim dirinya orang timur beradab dan santun serta agamis, tapi nyatanya hampir di semua sendi bernegara: eksekutif, legislatif, dan yudikatif penuh dengan kecurangan. Jawabnya hanya satu: 'revolusi peradaban', di
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ