Nasional

Istana: Tak Perlu Berlebihan Tolak Obama

Maka itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau tidak perlu ada penolakan.

Kamis, 18 Maret 2010, 14:26 WIB
Ismoko Widjaya, Nur Farida Ahniar
KTT G20 : Obama dan SBY (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama memiliki kedekatan personal dengan Indonesia. Maka itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau tidak perlu ada penolakan besar-besaran terkait kedatangan Obama.

"Ini imbauan Presiden, tak perlu ada reaksi berlebihan dari masyarakat terkait kedatangan Obama," kata juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha, di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 18 Maret 2010.

Menurut Julian, pandangan ekstrim terkait kedatangan Obama ke Indonesia sebaiknya tidak perlu terjadi. Karena bagaimanapun, kata dia, Presiden Obama memiliki kedekatan dengan Indonesia secara pribadi.

"Tidak tepat kita posisikan Presiden Obama sebagaimana orang yang tak memahami kultural," ujar mantan Wakil Dekan Fisip UI ini.

Sebelumnya,  Presiden SBY juga meminta masyarakat Indonesia jangan menyamakan perlakuan antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan George W Bush. Obama beda dengan Bush.

"Berkaitan dengan kunjungan Obama, Presiden SBY mengimbau agar tidak memperlakukan Obama sama dengan Bush. Karena Obama sangat mencintai dan menghargai Indonesia," kata Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Azyumardi Azra.

Hal itu disampaikan Azyumardi Azra usai bertemu Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis 18 Maret 2010. Menurut Azyumardi, SBY menyesalkan adanya demo yang berlebihan untuk menolak kedatangan Obama.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ