Nasional

Mengapa Pria Asing Senang Main di Gang Dolly

Kedatangan pria asing selalu disambut hangat para PSK. "Enak, Mas bule itu loman [royal]."

Kamis, 18 Maret 2010, 12:39 WIB
Elin Yunita Kristanti
Suasana salah satu wisma di Gang Dolly, Surabaya (F.A. Aziz | Surabaya Post)

VIVAnews - Operasi razia pekerja seks komersial (PSK) dan lelaki hidung belang sebenarnya hal yang biasa dilakukan. Namun cerita di balik razia di Gang Dolly, Surabaya Rabu 17 Maret 2010 malam tidak biasa.

Seorang pria asing berkewarganegaraan Amerika Serikat mengaku sebagai Marinir AS. Dalam keadaan mabuk dia menunjukan lencana dan mengaku datang ke Surabaya dalam rangka pengamanan kedatangan Presiden AS, Barack Obama.

Kedatangan pria asing ke Gang Dolly, diakui salah satu PSK, Yuli, sering terjadi. Kedatangan mereka pun disambut hangat para perempuan malam.

 "Enak, Mas bule itu loman [royal]," kata Yuli, perempuan asal Mojokerto, Jawa Timur saat ditemui di warung makan kawasan Dolly, Kamis 18 Maret 2010.

Setelah membayar uang ke kasir, yang nilainya Rp 125 ribu atau Rp 150 ribu per jam, pria asing sering memberikan uang tips. Kata Yuli yang memiliki tinggi badan 160 centimeter, tamu asing juga royal membelikan rokok dan minuman.

Menurut Umar -- salah satu pria penawar jasa PSK, pria asing biasanya mendatangi Gang Lebar, di kawasan Dolly. Di gang selebar 6 meter itu banyak terdapat wisma-wisma primadona. PSK yang dipajang di ruang kaca merupakan unggulan, bertubuh bagus dan berkulit putih.

Tak hanya PSK yang senang, para pria asing juga gembira ke Gang Dolly. "Soalnya cewek-cewek di sini nurut, mau diajak main model apa saja. Diapa-apain mau," kata dia.

"Indonesia is very very good, Indonesia sangat murah," kata Umar, menirukan perkataan para tamu asing, dengan Bahasa Inggris pas-pasan dan logat Jawa kental.

Selain itu, kata Umar berpromosi, PSK unggulan di Gang Dolly adalah yang paling murah. "Pengusaha, tentara, turis senang disini, di Kalimantan mereka harus membayar harga Rp 450 ribu, di Bali Rp 750 ribu, apalagi di Jakarta. Di sini paling murah, bule di sini senang," kata dia.

Diperoleh keterangan, di tempat prostitusi itu, oknum diduga tentara AS itu sedang menikmati minuman keras dengan ditemani seorang wanita. Namun, tidak ada yang bisa memastikan apakah lelaki berpostur tubuh tegap itu sudah masuk kamar menyalurkan hasratnya atau tidak.

Terkait pelaksanaan Operasi Aman Nusa VII Semeru 2010, jajaran kepolisian di Jatim termasuk Surabaya terus melakukan razia. Meliputi penindakan dan pencegahan terjadinya premanisme, penyalahgunaan senjata tajam dan api, terorisme dan penyakit masyarakat.

Malam berikutnya razia kembali dilakukan, satu per satu cafe dan wisma diperiksa. Semua orang yang ada di lokalisasi Dolly diminta menunjukkan identitas diri serta digeledah barang bawaannya.

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya

• VIVAnews
Rating
Komentar
kahart
25/06/2010
ada kerja sama aparat pengak hukum untk usaha maksiat
Balas   • Laporkan
Mlonto ase
18/03/2010
PSK itu ya jangan terlalu dipandang rendah. Dia itu berjasa menyenangkan orang lain. dan jangan pasang tarip terlalu murah, itu barang kalau sudah rusak sulit cari gantinya, sulit memperbaikinya, ada baik kalau ada dijual, kita percaya tidak ada. Oleh seb
Balas   • Laporkan
kustomo santryo
18/03/2010
memang benar itu kenyataanya wanita di indonesia sangat murah harganya, banyak bule kawan saya memujanya tapi apa mau dikata makanya nikah siri ada hukumannya itu pendapat saya biar kapok mereka ,supaya negara naik derajatnya agar bangsa indonesia berw
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ