VIVAnews - Selain Pandu Al Abu Asma, warga Solo lain yang diburu Densus 88 adalah Bayu Seno. Identitas lengkap Bayu yang dirilis Mabes Polri Senin 15 Maret 2010 lalu adalah Tono Al Rahmat Al Bayu Seno.
Dari penelusuran VIVAnews, Kamis 18 Maret 2010 di Dusun Brengosan, RT 02 RW 14, Purwosari, Lawean, Solo, Bayu ternyata sahabat karib Aer Setiawan.
Aer ditangkap polisi dalam kasus bom Kuningan beberapa tahun lalu dengan tuduhan teroris. Dia kemudian ditahan tanpa diadili. Namun Agustus 2009 lalu, Aer tewas diterjang peluru aparat dalam penggerebekan kelompok teroris jaringan Noordin M Top di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.
Lardi, ayah Bayu yang ditemui wartawan di rumahnya yang sederhana mengungkapkan, Bayu merupakan teman Aer. "Mereka teman satu masjid," kata Lardi.
Sembilan bulan lalu, Aer pamit kepadanya dan ibunya, Kamsiah, ke Jakarta untuk mencari kerja. Namun sejak itu keluarga tidak pernah lagi mendengar kabar beritanya.
Sebelum ke Jakarta, Bayu yang masih lajang mengajar di TPA Masjid Istiqomah. Lardi juga menuturkan selama di Solo, tidak ada tamu atau pun kegiatan anaknya yang mencurigakan. "Keluarga juga sering mengingatkan jangan sampai salah jalan. Mungkin yang di TV itu salah. Kalau DPO kan mungkin iya (teroris) mungkin tidak. Meski anak saya teman Aer, tapi saya tidak percaya anak saya teroris," kata Lardi.
Saat Lardi tengah diwawancara wartawan, tiba-tiba Ibunda Bayu keluar dari dalam rumah. Ia meminta wartawan menghentikan wawancara. "Nggak usah diwawancara lagi, Bapak sedang sakit," katanya.
Keluarga Bayu memang terlihat terpukul. Begitu juga dengan tetangga di sekitar rumah sederhana yang berada di ujung gang. Lastri, tetangga keluarga Bayu mengungkapkan, tetangga pun tidak percaya Bayu terlibat aksi terorisme. Karena tidak ada hal yang mencurigakan dari perilaku Bayu sehari-hari.
"Saya saja sampai nangis, tidak mengira Bayu termasuk DPO dan terjerumus teroris. Kasihan saya kalau melihat Bayu, anaknya baik," kata Lastri.
Laporan: Fajar Sodiq | Solo