VIVAnews - Pandu Al Abu Asma merupakan satu dari 14 teroris yang diburu Densus 88. Pemburuan kelompok teroris Aceh-Pamulang ini membuat geger tetangganya di Dusun Semanggi, Solo.
Tempat tinggal Pandu yang berada di Gang Cempaka VIII, RT 06 RW 019, Dusun Semanggi, Pasar Kliiwon, Solo, terlihat sepi.
Hengky, tetangga Pandu yang ditemui Kamis 18 Maret 2010, mengatakan, sejak dua bulan terakhir rumah Pandu memang kosong. Dua bulan lalu Pandu tidak terlihat lagi di rumah berpagar hitam itu. Istrinya pun kini tidak tinggal di rumah yang ditempatinya sejak menikah itu. Istri Pandu dan dua anaknya saat ini tinggal bersama orangtua Pandu yang juga tinggal di Dusun Semanggi.
"Setelah dua bulan nggak lihat, kami semua kaget begitu lihat gambar Pandu di televisi dan disebut sebagai teroris," kata Hengky.
Apalagi keseharian Henky biasa-biasa saja. Tidak ada kegiatan keagamaan yang mencolok dan mencurigakan. Dia juga pandai bergaul di masyarakat. "Cuma kalau rapat-rapat saja dia nggak pernah datang," kata Hengky.
Menurut Henky, sejak kecil Pandu bersama orangtuanya tinggal di Dusun Semanggi. Namun sejak menikah ia pindah ke Gang Cempaka yang merupakan rumah pribadinya. "Warga sini tidak menyangka dia jadi DPO," kata Hengky.
Polri telah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berisi 14 nama dan profil mereka. Tujuh di antaranya adalah teroris yang meloloskan diri dari operasi di Aceh.
"Mereka adalah Abu Yusuf, Ubaid Al Adi Al Jakfar, Ziad Al Deni, Suramto Al Toriq, Tono Al Rahmad Al Bayu Seno, Pandu Al Abu Asma, Abu Rimba Al Munir Al Abu Uteun, dan Usman Al Gito," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang Senin lalu.
Laporan: Fajar Sodiq | Solo
• VIVAnews