VIVAnews - Komisaris Jenderal Susno Duadji kembali menjadi sorotan. Ini dipicu saat dirinya menyebut ada 'Jenderal Markus' alias makelar kasus di tubuh Polri. Susno bukan sakit hati, dia hanya membantu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
"Saya ini patuh. Mungkin saya adalah anak buah Kapolri yang paling patuh," kata Komisaris Jenderal Susno Duadji saat dihubungi, Kamis 18 Maret 2010.
Sekali lagi Susno menegaskan, tudingan adanya Jenderal Markus itu bukan dilatarbelakangi sakit hati. Dan Susno membantah dirinya sakit hati.
Sebagai salah satu jenderal di Mabes Polri, Susno mengaku hanya ingin membantu Kapolri. Dirinya terus mengikuti setiap amanat yang sudah disampaikan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
Susno mempertanyakan, apakah memelihara markus di tubuh Polri itu disebut pengkhianat atau sebaliknya.
"Coba tanya jenderal-jenderal lain yang sudah bantu Kapolri. Bagi jenderal-jenderal lain, amanat Kapolri itu hanya dianggap sebagai angin lalu saja," kata Susno.
Seperti diketahui, Susno siang ini dimintai keterangan oleh Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Susno diminta menjelaskan mengenai tudingan makelar kasus di instansi kepolisian.
"Sudah menjadi tugas kami untuk mengundang beliau (Susno) untuk menjelaskan apa yang pernah dibicarakannya," kata anggota Satgas, Mas Achmad Santosa, saat dihubungi VIVAnews, Rabu 17 Maret 2010.
Kasus dugaan adanya 'jenderal markus' ini bermula dari pernyataan Susno. Susno mengatakan ketika dirinya masih menjabat sebagai Kabareskrim, pada 2009 lalu, terdapat laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Laporan itu tentang pembengkakan rekening seorang karyawan pajak atas nama Gayus M Tampubolon. Uang dalam rekening itu senilai Rp 25 miliar.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews