Nasional

Obama dan Kemiskinan di Menteng Dalam

Rumah di gang sempit inilah tempat Barack Obama mulai mengenal kerasnya perjuangan hidup

Kamis, 18 Maret 2010, 10:03 WIB
Renne R.A Kawilarang, Sandy Adam Mahaputra
Rumah di Menteng Dalam yang dulu pernah dihuni Barack Obama (VIVAnews/Sandy Mahaputra)

VIVAnews - Gang sempit di Kampung Menteng Dalam itu belum diaspal. Sepanjang gang, ada pohon kecapi dan sawo yang rindang. Lebih empat puluh tahun silam, seorang bocah berkulit hitam, Barack Obama alias Barry, pernah tinggal di sana. Kini, sebagai Presiden Amerika Serikat, dia kadang mengenang kembali masa kecilnya yang singkat di Jakarta.

Kala itu, Barry dan ibunya Ann Dunham Soetoro, serta ayah tirinya Lolo Soetoro, tinggal di satu rumah, di Jalan Haji Ramli No 16 RT11/15, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Rumah itu sederhana dan jauh dari kesan mewah. Letaknya di gang sempit. Hanya satu mobil muat lewat di gang itu. Rumah bekas Obama tinggal masih kokoh sampai hari ini. Tentu, rumah itu bukan punya Obama lagi.

Ingatan Obama merekam dengan baik masa kecilnya itu. Setelah menjadi presiden, dia mengatakan di tempat itulah dia belajar mengenal perjuangan hidup. “Kita ke sini bukan untuk tamasya, Nak,” kata ibu Obama, Ann Dunham, menghardik Barry agar tidak cengeng. Ibunya mendidik dia bangun tidur pada subuh hari. Dia belajar bersama ibunya, sebelum berangkat ke sekolah.

Di gang sempit itu pula Obama belajar dari ayah tirinya, Lolo Soetoro. Kata sang ayah,  hidup itu keras. Pertama kali dalam hidupnya, dia melihat seekor ayam menggelepar disembelih untuk santapan malam sekeluarga. Obama juga kewalahan bertemu banyak pengemis di depan rumah mereka.

“Aku jadi belajar, bahwa dunia sungguh berat, tak dapat diprediksi, dan sering kali kejam,” demikian tulis Obama mengenang masa kecilnya di kawasan Menteng Dalam. Kisah itu dituangkan dalam  otobiografinya berjudul “Dreams from My Father.”

“Aku selamat dari cacar air, campak, dan sengatan cemeti bambu milik guruku. Anak-anak petani, pelayan, dan birokrat rendahan telah menjadi sahabat-sahabatku dan kami bersama-sama berlarian di jalanan siang dan malam, melakukan pekerjaan-pekerjaan aneh, menangkap jangkrik, mengadu layang-layang dengan benang tajam,” tulis Obama dalam buku yang sudah dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia itu.

Rumah Obama dengan sekolah Fransiskus Asisi, sekolah pertamanya di Menteng, tidaklah jauh. Jaraknya kurang lebih 200 meter. "Tidak ada yang berubah, seluruh bangunan rumah Obama masih sama seperti dulu," ungkap Dara Sadewa salah seorang tetangga, dan teman kecil Obama kepada VIVAnews.

Kampung Menteng Dalam kini banyak berubah. Dulu, rumah masih jarang, pepohonan tumbuh rimbun. Jalanan becek kalau diguyur hujan. Setiap siswa terpaksa membenamkan kakinya di jalanan berlumpur untuk mencapai sekolah. Sepatu yang putih pun berbalut tanah merah.

Sekolah Fransiskus Asisi, Jakarta

Keterangan Foto: Kompleks Sekolah Fransiskus Asisi, Jakarta Selatan. (VIVAnews/Sandy Adam Mahaputra)

Di Menteng Dalam dulu banyak lapangan jembar tempat bermain. Kini, pemukiman mulai sesak. Rumah berjejal. Lapangan tak banyak. Hanya rumah para tetangga Obama yang bertahan, rata-rata bangunannya masih mirip seperti dulu. Tak banyak berubah.

Di sekeliling sekolah Asisi dan rumah Obama padat rumah milik orang Betawi asli. Tak semua anak-anak mereka bersekolah.

Salah satu guru pertama Obama, Israela Pareyra Darmawan mengenang, kondisi sekolah Asisi dulu masih sangat memprihatinkan. Bangunan sekolah hanya memiliki enam ruang kelas tanpa plafon dan lantainya hanya di semen.

"Itulah keadaan ruang kelas saat Obama belajar,” ujar” ujar Israela.  Kata dia, banyak murid pergi ke sekolah nyeker tanpa alas kaki. Ada yang juga pakai sendal, karena tak semua murid mampu membeli sepatu," ujarnya.

Keluarga Obama tampak lebih makmur dari para tetangganya. Setidaknya, Obama salah satu siswa yang bersepatu ke sekolah. “Tapi kalau hujan, ya sepatunya penuh lumpur,” ujar Israela yang akrab disapa Bu Is. Jalanan saat itu belum di aspal. Indonesia masih miskin, dan republik muda itu seperti nyaris tenggelam oleh pergolakan politik. 

Di Menteng Dalam, kemiskinan tampil telanjang. Tak semua warga mampu menyekolahkan anak-anaknya. Para ibu kadang hanya memakai kutang, dan berdiri di balik pagar atau rerimbunan bambu, mengintip kegiatan sekolah, sambil menggendong anaknya.  "Apa yang ditulis Obama tentang kemiskinan di Indonesia itu, memang dialami, dan dirasakan langsung saat dia kecil di Menteng Dalam," ujarnya.

Rumah di Menteng Dalam yang dulu pernah dihuni Barack Obama

Keterangan Foto: Tampak depan rumah di kawasan Menteng Dalam yang pernah dihuni Barack Obama semasa kecil. (VIVAnews/Sandy Adam Mahaputra)

Barry bermain dengan teman-temannya di lingkungan miskin itu. "Dulu di belakang sekolah dekat Gereja, ada empang milik Mak Empeng. Obama bermain dan mandi di sana bersama teman-temannya," ujar Yunaldi, sahabat kecil Obama.

Obama juga suka mandi di kali. Mengejar-ngejar ayam atau itik. Dia akrab dengan warga, kadang mampir ke rumah tetangganya, mencicipi makanan tanpa memilih-milih, baik ikan asin atau singkong diolesi mentega.

Setelah lebih empat puluh tahun, kemiskinan toh masih tersisa di Menteng Dalam. Khususnya di belakang Sekolah Asisi. Rumah-rumah kian sesak,  dan kumuh. Teman-teman Obama di Menteng Dalam sepakat, rumah Obama juga tak banyak berubah. "Rumahnya masih seperti dulu,"  kata Yunaldi.

Di rumah, dan kampung yang dulu miskin itu, Obama mengenal sekeping pelajaran tentang hidup.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
benny
16/07/2010
keren,
Balas   • Laporkan
M JIMMY ARTALIUS, SH.
01/04/2010
Terutama saya sangat banga terhadap Barack Obama kecil nya tinggal di negeri indonesia..tidak ada kata lain selain banga Barack Obama tingal di indonesia.
Balas   • Laporkan
udara
18/03/2010
"..sekeping pelajaran tentang hidup." nice words..!! :)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ