Nasional

Guru SD Obama: Ada Hadiah untuk Obama

Guru Obama ingin berikan kenang-kenangan bila nanti bertemu langsung.

Rabu, 17 Maret 2010, 23:45 WIB
Amril Amarullah, Harriska Farida Adiati
Barack Obama Dalam Kampanye di Ohio (AP Photo)

VIVAnews - Ilham Anas, pria berwajah mirip dengan Presiden Barack Obama, berharap orang nomor satu di Amerika ini bisa merealisasikan janji-janji kampanyenya.

Ilham yang ditemui di sela-sela pesta penyambutan Obama yang digelar komunitas Friends of Obama, Rabu malam, 17 Maret 2010, juga berharap Obama bisa menjadi public relationnya Indonesia.

"Kalau saya punya kesempatan bertemu Obama, saya akan bilang   'Selamat datang di Indonesia, semoga Anda bisa jadi PR (public relation) Indonesia, semoga Anda bisa berhasil sebagai presiden, berhasil merealisasikan apa yang diucapkan saat kampanye," kata pria 36 tahun ini.

Fotografer majalah Hai yang menolak tawaran bermain dalam sinetron ini juga menganggap ini juga merasa perlu untuk menyambut Obama "Kita sambut dia sebagai orang kampung yang merantau," kata Ilham.

Sedangkan Effendi, guru Obama saat masih duduk di bangku kelas 3 di Sekolah Dasar Besuki (Menteng), ingin memberikan kenang-kenangan pada Obama bila mereka bisa bertemu.

"Saya mau bilang selamat datang dan mau memberikan sesuatu," kata Effendi yang masih merahasiakan wujud hadiah tersebut. Yang pasti, Effendi sangat berharap bisa bertemu mantan muridnya tersebut.

"Setelah 40 tahun tidak bertemu, saya berharap sekali bisa bertemu," katanya sambil menunjukkan foto Obama bersama teman-teman sekelas. Sayangnya hingga kini belum ada kepastian apakah Obama benar akan mengunjungi salah satu bekas sekolahnya tersebut karena agendanya masih berubah. 

Namun, Effendi juga mengaku kecewa karena istri dan anak-anak Obama batal ikut serta. "Padahal selain ingin bertemu Barry, saya juga ingin ketemu keluarganya," lanjut guru yang pernah mengajar di beberapa sekolah internasional ini.

Mengenai aksi penolakan kedatangan Obama oleh sejumlah kelompok, Effendi mengatakan, "Saya tidak tahu politik secara detail. Orang ada yang senang sama dia, ada yang tidak. Seperti (Presiden) SBY, ada yang senang ada yang tidak," kata Effendi tanpa berkomentar lebih jauh.

• VIVAnews
Rating
Komentar
sugara
18/03/2010
Kita terlalu sering berburuk sangka dan selalu membesar2kan suatu peristiwa besar yg akan terjadi...kenapa peristiwa besar itu tdk dijadikan suatu yg positif.itulah karakter kita saat ini selalu mengkritisi dan menghujat,tapi tdk benar2 bisa memberi solus
Balas   • Laporkan
sugara
18/03/2010
santai kawan..jgn Hal spt ini dijadikan bomerang,bukankah kunjungan kepala negara itu hal yg biasa di dunia ini?malah sebaliknya kita hrs bs menjamu dan beritahu kpd Tamu kita bahwa kita memang negara yg Ramah dan Damai.biar semakin bnyk kepala negara2 la
Balas   • Laporkan
Karo
18/03/2010
berpikir positif sajalah..... niat yg ada d dalam diri kita hanya tuhan yang tau.....
Balas   • Laporkan
emidps
18/03/2010
sebagai tuan rumah sudah selayaknya menyambut tamu nya dg baik...jika buruk sangka itu selalu ada menunjukan kekerdilan kita..kapan maju bo..kalo hanya berburuk sangka saja..welcome to Indonesia barry n welcome to Bali 2..
Balas   • Laporkan
Tri Mumpuni
18/03/2010
Seandainya semua orang di dunia ini berhati bersih saja, tidak berburuk sangka sama siapapun, pasti kedamaian hidup umat manusia bisa tercapai dengan mudahnya. Begitu juga menanggapi kedatangan Obama, dia umat manusia yang menjalankan tugasnya sebagai Pr
Balas   • Laporkan
joe satria
18/03/2010
ketidak pastian obama melaukan kunjungan ke mantan sekolahnya menunjukan bahwa kedatangannya keindonesia bukan sekedar nostalgia, adahal yang jauh lebih diincar dari sekedar jalan jalan bung! tidak ada makan siang gratis, kayak ga tahu saja politik amerik
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ