VIVAnews -Pentolan teroris, Umar Patek diduga masih berada di Pulau Sulu, Filipina. Untuk memburu pentolan teroris itu, Polri melakukan koordinasi dengan otoritas Filipina.
"Kita akan koordinasi kalau ada indikasi seperti itu," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta, Rabu 17 Maret 2010.
Namun demikian, Edward mengatakan perburuan teroris ke luar negeri ini tidak akan mengendurkan kewaspadaan di dalam negeri. Menurut dia, Polri tetap akan mengintensifkan pencarian di dalam negeri. "Kita tidak akan lengah di dalam negeri," kata dia.
Umar Patek adalah pentolan teroris yang terlibat dalam peledakan Bom
Bali I. Dia diduga tengah berada di Filipina. Dia juga diduga terlibat
dalam perlawanan pejuang muslim di Filipina Selatan.
Setelah tewasnya Dulmatin di Pamulang, nama Umar Patek makin menonjol. Baik Dulmatin maupun Umar Patek adalah rekan Noordin M Top, gembong teroris yang tewas dalam penggerebekan di Solo.
Markas Besar Polri menegaskan, buronan teroris Umar Patek merupakan salah satu pelatih jaringan teroris di Nanggroe Aceh Darussalam. Selain Umar Patek, juga ada beberapa pelatih yang memiliki keahlian berbeda.
"Menurut fakta-faktanya, keterangannya dia adalah pelatih disana juga," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi usai penutupan Latgab Penanggulangan Teror TNI-Polri di Jakarta, Senin 15 Maret 2010.