Nasional

Terduga Teroris Minta Negosiasi dengan Polri

Dalam negosiasi para terduga teroris bersedia untuk menyerahkan diri dan diadili.

Rabu, 17 Maret 2010, 17:46 WIB
Elin Yunita Kristanti, Eko Huda S
Pemeriksaan Teroris Di Aceh (AP Photo/Heri Juanda)

VIVAnews - Dr. Fauzi, salah seorang relawan Mer-C di Aceh mengaku sempat melakukan komunikasi dengan kelompok diduga teroris yang digrebek. Dia mengatakan, para teroris yang sebagian diduga mantan relawan Mer-C itu sempat meminta negosiasi dengan pemerintah di Jakarta.

"Setelah penggerebekan itu mereka kontak kita melalui satu orang. Mereka bilang terdesak," kata Fauzi ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu 17 Maret 2010.

Dalam komunikasi itu, Fauzi mengatakan akan mengusahakan negosiasi dengan Polri dan pemerintah melalui kantor pusat Mer-C di Jakarta.

Menurut dia, dalam negosiasi tersebut, para terduga teroris bersedia untuk menyerahkan diri dan diadili. "Karena kita mau ngomong sama Kapolri dan Kepresidenan dan bisa diadili untuk seadil-adilnya," kata Fauzi.

Fauzi pun mengatakan telah menghubungi seseorang yang berasal dari Badan Intelijen Negara. Namun, dia tidak menyebutkan identitas orang BIN yang dia hubungi.

Rupanya nahas bagi kawanan teroris itu, sebelum negosiasi selesai, pihak kepolisian terlebih dahulu melakukan tindakan tegas terhadap mereka. "Tapi belum selesai nego telah dihantam dulu," kata dia.

Fauzi mengakui ada beberapa mantan relawan Mer-C yang menjadi buronan, dua diantaranya sudah tertangkap.

"Benar, yang buron pastinya tidak tahu, dua kan sudah ditangkap, Saiful Siregar dan Adi Gunadi," kata Fauzi, Rabu sore.

Meski demikian, dokter bedah itu mengaku tak tahu pasti identitas para mantan relawan yang dikejar Densus 88.

"Karena dulu waktu tsunami, 26 Desember 2004, Mer-C melakukan rekruitmen terbuka yang cepat karena masa tanggap darurat. Orang-orang itu saat tsunami bekerja sebagai sukarelawan," tambah dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan masih memburu sejumlah orang di Aceh. "Jadi sekarang berdasarkan pengakuan, masih ada pengejaran 12 orang lagi," kata Kapolri di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu 17 Maret 2010.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
edwin
17/03/2010
untuk POLRI, jangan pernah mau untuk bernegosiasi apalagi tunduk terhadap teroris, mereka yg memilih untuk bergabung dengan teroris pasti sudah memikirkan masak-masak pilihannya, bahkan banyak yg sudah menjalani hukuman kembali lagi ke kelompoknya, jadi s
Balas   • Laporkan
Priswan
17/03/2010
Memangnya dulu korban-korban pengeboman teroris di Indonesia di beri kesempatan negoisasi oleh Teroris ga? Enaknya Dewe...
Balas   • Laporkan
edwin
17/03/2010
untuk POLRI, jangan pernah mau berunding apalagi tunduk dengan teroris, mereka memutuskan bergabung dengan teroris pasti sudah dipikirkan masak-masak, bahkan banyak yang sudah menjalani hukuman tetap saja kembali ke kelompoknya, jadi sikat terus teroris y
Balas   • Laporkan
Priswan
17/03/2010
Memangnya korban2 pengeboman yang dilakukan teroris waktu itu diberi kesempatan untuk negosiasi sama teroris?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ