Nasional

Hidayat Pertanyakan Penangkapan Teroris

“Kalau memang sudah punya data sejak lama, kenapa penangkapan itu tak dari dulu?"

Rabu, 17 Maret 2010, 17:45 WIB
Umi Kalsum, Anggi Kusumadewi, Mohammad Adam
Hidayat Nur Wahid (wordpress.com)

VIVAnews - Tidak semua pihak mengapresiasi dan memuji prestasi Polri dalam penangkapan terorisme besar-besaran yang terjadi minggu lalu. Ada pula yang melontarkan kritikan terhadap kinerja Polri tersebut. Salah satunya adalah Hidayat Nur Wahid, anggota DPR yang juga mantan Ketua MPR periode lalu.

Hidayat menilai, penangkapan teroris kali ini telah menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, terutama mengenai motif di balik penangkapan tersebut. Pasalnya, menurut Hidayat, waktu penangkapan teroris, baik di Aceh maupun di Pamulang, bertepatan dengan keluarnya keputusan politik DPR yang menghebohkan terkait kasus Bank Century.

“Kalau memang sudah punya data-datanya sejak lama, kenapa penangkapan itu tidak dilakukan dari dulu? Kenapa misalnya tidak enam bulan sebelum keputusan DPR mengenai Century?” kata Hidayat dalam diskusi bertajuk 'Aceh Ladang Baru Terorisme?' di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta.

Kenapa pula, lanjut Hidayat, penangkapan teroris bertepatan dengan momen menjelang kedatangan Presiden AS barack Obama ke Indonesia, bahkan bertepatan dengan kunjungan Presiden SBY ke Australia, sehingga SBY sendiri sampai mengumumkan berita tersebut di depan parlemen Australia dan Perdana menteri Australia, Kevin Rudd.

Semua hal tersebut, kata Hidayat, tak pelak juga menjadi pertanyaan di benak masyarakat luas, sampai-sampai muncul spekulasi bahwa penangkapan teroris tersebut merupakan bentuk pengalihan isu di tengah suhu politik yang makin memanas pasca rekomendasi DPR terkait kasus Century.

Bahkan, tutur Hidayat, muncul pula kecurigaan bahwa penangkapan itu dilakukan guna mengesankan AS dan Australia atas kemampuan Indonesia dalam memberantas terorisme. Bagaimanapun, Hidayat mencoba untuk berpikir positif dan tak berharap segala spekulasi tersebut benar adanya. “Saya harap itu semua tidak benar,” tutup Hidayat.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
innocent
22/09/2010
Spekulasi logis yang cemerlang, mustinya diperlukan jawaban dari yang berwenang.
Balas   • Laporkan
mylin
18/03/2010
Yaaaaaaaaa kalau ngak ada yang begini mungkin indonesia udah lebih maju ! gak tau lah yg penting bisa hidup aja da sukur.ya ngak...
Balas   • Laporkan
serba salah yaaa......kerja bagus ditanggepinya negatif......kalau ada bom meledak or keduluan sama aksi teror....dibilangnya pemerentah lambat....gak bisa kerja....gak becus....intelegentnya lemot.....wuuuuuuhhhhh sebeeeeelllllll....btw.....waktu jadi ke
Balas   • Laporkan
harris
17/03/2010
wah2 ada orang sirik nih wak prasangka atau ilmu kira2 dosa kyai itu fitnah.........
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ