VIVAnews - Menanggapi munculnya pro dan kontra kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Istana mengatakan Obama datang dengan maksud baik sebagai sahabat.
"Jangan lupa, dia adalah orang yang mempunyai kaitan batin, kaitan emosional dengan Indonesia. Dia adalah orang yang cinta dengan Indonesia," kata Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal di Istana Negara, Rabu 17 Maret 2010.
Menurut Dino, pemerintah akan menyambut kunjungan Obama pada 23 Maret mendatang.
"Saya yakin mayoritas rakyat Indonesia itu merasa memiliki Presiden Obama dan juga bersimpati dan akan menyambut baik uluran tangan persahabatan dari presiden obama kepada pemerintah dan rakyat Indonesia."
" Kalau masalah pro kontra itu biasa, kita kan demokrasi, di Amerika juga ada begitu," tambah Dino.
Bagaimana tanggapan AS soal pro dan kontra kedatangan Obama? "Saya bukan jubir Amerika. Ada dubesnya di sini, silakan tanya," jawab Dino.
Soal pengamanan Obama, Dino mengatakan saat ini pasukan pengamanan khusus, Secret Service sudah berada di Indonesia.
"Mereka sudah berada di Indonesia dan sudah banyak mengadakan koordinasi dengan paspampres kita, dengan polisi kita, juga dengan TNI," kata dia.
Dijelaskan Dino, kunjungan Obama ke Indonesia juga untuk mempererat kerjasama. "Tapi intinya hubungan Indonesia-Amerika Serikat tidak lagi terbebani oleh satu isu saja, dulu kan seperti itu, jadi masalah Timor Timur saja, atau demokrasi atau Hak Asasi Manusia, sekarang ini komprehensif sehingga bebannya itu merata," kata dia.
Hubungan dua negara juga menkankan pada aspek soft power, bukan hard power. Juga sejajar.
"Walaupun Amerika adalah adidaya, tetap saja kita berdiri sejajar, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah," tambah Dino.