Nasional

Misi Rahasia Tentara Australia di Kalimantan

Dua tentara Australia terseret arus saat berpatroli di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Rabu, 17 Maret 2010, 10:36 WIB
Elin Yunita Kristanti
Kenneth Hudson (atas), Robert Moncrieff (bawah) (The Australian)

VIVAnews - Kerangka dua tentara Australia yang tewas dalam operasi rahasia di Indonesia 44 tahun lalu, ditemukan. Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd mengatakan identitas keduanya telah dipastikan.

Kepada Parlemen Australia, Rudd mengatakan sisa-sisa jasad Letnan Kenneth Hudson (yang tewas dalam usia 30 tahun) and Prajurit Robert Moncrieff (tewas dalam usia 21 tahun), dari kesatuan Angkatan Udara Khusus (SASR) akan dikembalikan ke Australia.

Dua tentara Australia itu terseret derasnya air sungai saat melintasi perairan Kalimantan Barat yang masuk wilayah Indonesia pada 21 Maret 1966.

"Keduanya tak ditemukan dalam pencarian saat itu," kata Rudd. "Kini jasad mereka bisa pulang dan mendapatkan peristirahatan terakhir di Australia."

Dua tentara Australia itu dikirim ke Kalimantan untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Misi rahasia itu berpusat di perbatasan Indonesia - Malaysia. Dua negeri jiran ini memang saling berperang  pada 1965 sampai 1966.

Jenazah Hudson dan Moncrieff ditemukan oleh tim investigasi Angkatan Darat yang dipimpin Brian Manns tahun lalu. 

Menurut Manns, kedua tentara itu tewas saat berpatroli di Kalimantan Barat -- untuk menjamin keselamatan Federasi Malaysia selama konfrontasi dengan Indonesia.

"Patroli itu melintasi sungai malam hari," kata dia, seperti diuat laman ABC.net, Rabu 17 Maret 2010.

Namun, sungai tiba-tiba meluap. Dua prajurit itu tak pernah kembali.

Ketika jasad keduanya ditemukan pada 1966, tak jelas apa yang menyebabkan mereka tewas.

"Mereka ditemukan mengapung di sungai, jelas sempat tenggelam, tak ada bukti trauma fisik. Maka diasumsikan mereka tewas karena tenggelam.

Aparat Indonesia lalu menarik mereka dari sungai, kemudian penduduk lokal menguburkan keduanya selayak mungkin.

Manns mengatakan tim investigasi melakukan banyak penelitian sebelum bertolak ke Indonesia.

"Kami membuat dua kunjungan. Kunjungan awal pada bulan Mei tahun lalu," katanya.

"Pada saat kami kembali pada bulan Oktober sekitar lima bulan kemudian, kami cukup beruntung menemukan beberapa saksi mata warga Indonesia yang saat itu mengambil mayat kedua tentara," kata dia.

Penjelasan dari saksi-saksi kunci itulah yang membuat tim yakin bahwa dua mayat itu adalah Letnan Moncrief Hudson dan Prajurit Robert Moncrieff.

Setelah yakin dua jenazah itu adalah tentara khusus Australia, keduanya akan dipulangkan.

"Mereka akan kembali ke Australia, Angkatan Darat dengan senang hati akan menyerahkan sisa-sisa jenazah ke dua keluarga," katanya.

"Keluarga sudah menunggu saat-saat ini selama 44 tahun -- untuk memastikan keduanya beristirahat secara layak."

• VIVAnews
Rating
Komentar
wni
17/03/2010
buset..padahal dah ketahuan mereka akan membantu si malingshit....kok masih bisa di kasih akses untuk nyari tu dua mayat....sekalian aja tuh kerangka "dipersona non gratakan" berhubung niat mereka adalah melawan negara kita......
Balas   • Laporkan
ismail al irsyad
17/03/2010
tingkah australia mengenai timor timur saya orang indonesia terasa menyakitkan hal ini mohon juga dimiliki oleh para pejabat coba banyangkan tipu daya pemilu timor timur yang dikerjakan austrakia jelas2 merugikan indonesia sampai sekarang pejabat indonesi
Balas   • Laporkan
tagor
17/03/2010
sungguh nyawa prajurit di negara tetangga mendapat penghargaan yang tinggi.walau sudah berpuluhpuluh tahun tetapi masih dicari juga, negara mereka sangat menghargai pengorbanan prajuritnya yang mengabdi kepada bangsa dan negaranya. bagaimana dengan praju
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ