VIVAnews – Warga Kuta, Bali, merasa terganggu dengan sekelompok nelayan yang masih nekat melaut di Hari Raya Nyepi. Hal ini terlihat dari sorotan lampu perahu nelayan yang terang mendekati Pantai Kuta.
Keberadaan perahu nelayan tersebut masih akan diselidiki, apakah nelayan tersebut akan berlabuh di pantai Kedonganan atau Pantai Kuta, karena jaraknya masih sekitar 3 kilometer dari tepi pantai.
Salah seorang pecalang, Oka Adnyana, yang bertugas di wilayah Kuta menerangkan, Nyepi itu tidak boleh dilanggar aturannya, meskipun mereka berada di tengah laut. "Jelas kami mempermasalahkannya, sebab ini sudah aturan kalau Nyepi ya nggak boleh ada cahaya dan aktivitas," ujarnya.
Sebagai tindak lanjutnya, pihak pecalang dari Kuta tengah menyelidiki asal nelayan yang melanggar aturan Nyepi ini.
Laporan : Peni Widarti | Bali