VIVAnews - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyatakan menolak kedatangan Obama ke Indonesia. Mereka bersiap menggelar demonstrasi saat kedatangannya, karena Amerika dinilai sebagai penjajah.
Menurut anggota Komisi Luar Negeri DPR, Ahmad Basarah, sikap HTI itu dipahami sebagai koreksi kritis terhadap pemerintahan Amerika selama ini. "Hizbut Tahrir kan melihat track record dalam menyikapi," ujar Ahmad kepada VIVAnews melalui sambungan telepon, Selasa, 16 Maret 2010.
Menurutnya, selama tidak anarki atau merusak budaya bangsa yang besar, demonstrasi sah-sah saja. "Kalau anarki dan mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia tidak bisa dibenarkan," ujar politisi PDIP itu.
Dia melihat demonstrasi itu relevan dalam konteks mengkritisi rekam jejak Amerika Serikat. Menurutnya, hal itu merefleksikan respons dunia terhadap Amerika. "Yang kita harapkan, bagaimana Obama mendekonstruksi image negaranya yang selama ini dianggap sewenang-wenang," ujarnya.