Nasional

Tolak Obama Boleh Asal Tak Anarki

Penolakan HTI terhadap Obama dipahami sebagai koreksi kritis terhadap citra Amerika.

Rabu, 17 Maret 2010, 04:44 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Suryanta Bakti Susila
Barack Obama (Jae C. Hong)

VIVAnews - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyatakan menolak kedatangan Obama ke Indonesia. Mereka bersiap menggelar demonstrasi saat kedatangannya, karena Amerika dinilai sebagai penjajah.

Menurut anggota Komisi Luar Negeri DPR, Ahmad Basarah, sikap HTI itu dipahami sebagai koreksi kritis terhadap pemerintahan Amerika selama ini. "Hizbut Tahrir kan melihat track record dalam menyikapi," ujar Ahmad kepada VIVAnews melalui sambungan telepon, Selasa, 16 Maret 2010.

Menurutnya, selama tidak anarki atau merusak budaya bangsa yang besar, demonstrasi sah-sah saja. "Kalau anarki dan mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia tidak bisa dibenarkan," ujar politisi PDIP itu.

Dia melihat demonstrasi itu relevan dalam konteks mengkritisi rekam jejak Amerika Serikat. Menurutnya, hal itu merefleksikan respons dunia terhadap Amerika. "Yang kita harapkan, bagaimana Obama mendekonstruksi image negaranya yang selama ini dianggap sewenang-wenang," ujarnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Blue Collar
14/09/2010
Amerika datang ke Indonesia bukan urusan kita warga Indonesia, yang jadi urusan kita itu politikus-politikus busuk yang menjual bangsa kita ke tangan asing demi mendapat kekayaan pribadi.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ