VIVAnews - Pengunjung warung internet (warnet) tempat tewasnya teroris buron Filipina, Dulmatin, di Multiplus Pamulang turun drastis sejak dioperasikannya kembali.
"Pengunjung turun hingga 50 persen, sejak dibuka Senin kemarin," kata Hamdan, karyawan Multiplus, Pamulang, Tangerang, Selasa, 16 Maret 2010.
Menurut Hamdan, sepertinya para pengunjung masih banyak yang khawatir dan merasa takut untuk berselancar di dunia maya di tempat tewasnya Dulmatin. Bahkan, bilik nomor 9 tempat ditembak matinya buronan tersebut oleh Densus 88 belum ada yang berani menggunakan.
"Itu bilik nomor 9 belum ada yang pakai, padahal sudah kita bersihkan dan dibuka untuk umum sejak Senin," kata dia yang saat kejadian sedang tidak ada dilokasi terkena shif malam.
Berdasarkan pantauan VIVAnews, pengunjung terlihat masih sepi dan hanya para pembeli ATK. Sementara itu, warnet tersebut diketahui buka mulai pukul 06.30-16.00 untuk shif pertama dan kedua dari jam 16.00-23.30 WIB.
Seperti diketahui, Dulmatin alias Joko Pitono tewas dalam penyergapan di Multiplus, Ruko Pamulang Square, pada Selasa 9 Maret lalu. Dua pengawal Dulmatin juga tewas dalam pengepungan di sebuah rumah di Gang Asem Pamulang, tak jauh dari lokasi Dulmatin tewas.
Dua orang yang roboh dari atas motor itu adalah R dan H atau Ridwan dan Hasan Nour. Keduanya merupakan pengawal Dulmatin alias Joko Pitono alias Amar Usman.
Waktu penembakan Dulmatin pun lebih cepat beberapa saat. Dulmatin sendiri sudah dimakamkan di Pemalang, Jawa Tengah.
antique.putra@vivanews.com