Nasional

Mantan KSAD: Pengamanan Obama Lecehkan RI

Pengamanan kedatangan Presiden Amerika Barack Obama sudah berlebihan.

Selasa, 16 Maret 2010, 13:21 WIB
Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra
KTT G20 : Obama dan SBY (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Kedatangan Secret Service atau tim Pasukan Pengamanan Presiden Amerika Serikat ke Indonesia dinilai sebagai bentuk pelecehan. Indonesia dinilai tidak mampu mengamankan tamu negara.

Hal itu disampaikan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto dalam diskusi yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia, Wisma Antara, Selasa 16 Maret 2010.

"Dengan mengirimkan seluruh secret service ke Indonesia dan 300 ribu prajurit, itu jelas menunjukkan kalau kita tidak mampu mengamankan tamu sekelas presiden," kata Tyasno.

Menurut dia, pengamanan kedatangan Presiden Amerika Barack Obama sudah berlebihan. Bahkan, itu dinilai sebagai bentuk arogansi untuk menyakiti kedaulatan Indonesia.

Dengan pengiriman pasukan dari AS, Tyasno menilai Indonesia dikatakan tidak mampu mengamankan seorang presiden. Meskipun dalam protap setiap negara memang ada.

"Artinya kalau seperti itu, Obama dalam hal ini pemerintah amerika tidak yakin dengan kemampuan kita untuk mengamankan, ya tidak usah datang," ujar dia.

Tyasno menyindir pengamanan Amerika saat setiap kali Presiden Republik Indonesia datang ke negeri Paman Sam. Presiden RI, kata dia, kalau datang ke Amerika sangat dibatasi, terutama dalam membawa senjata pengamana.

"Dan tidak boleh membawa penjagaan terlalu banyak. Itu berbanding terbalik saat Presiden Amerika datang ke Indonesia," katanya lagi.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
joe satria
18/03/2010
pendapat pak tyasno jujur dan objektif, sayang bangsa ini sudah kehilangan harga diri, menyambut penjajah, dilecehkan pula...kick out obama!
Balas   • Laporkan
bodrex
16/03/2010
wartawan bodrex emang ada 300.000 orang dlm armada ke-7...
Balas   • Laporkan
bodrex
16/03/2010
wartawan bodrex emang ada 300.000 orang dlm armada ke-7...
Balas   • Laporkan
Richard David
16/03/2010
Udah bintang empat koq pikirannya picik kayak gini boss...pantas aja gak sempat jadi panglima. Dapat bintang empatnya juga dari menjilat komandannya kali..! Sebagai mantan jenderal anda seharusnya lebih bijak dan objektif lagi boss..
Balas   • Laporkan
Kara
16/03/2010
Ini orang stres.. Jaman SBY ga dapet jatah. Dulu jaman Gus Dur ikut. Mega jg ikut ga punya pendirian...
Balas   • Laporkan
konyol
16/03/2010
post power syndome,is'nt it?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ