VIVAnews - Dua terduga teroris yang tewas dalam pengepungan di Leupung, Aceh Besar, sudah lama diincar polisi. Jaja alias Pura Sudarma dan Enceng yang jasadnya kini masih di RS Polri terlibat dalam rencana pengeboman di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Keduanya ikut terlibat dalam rencana pengeboman kediaman Presiden," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam sambutan di Markas Polsek Leupung, Aceh Besar, Selasa 16 Maret 2010.
Menurut Bambang Hendarso, dua teroris yang ditembak mati dalam pengepungan di lokasi yang tak jauh dari Mapolsek Leupung itu, sudah lama buron alias masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Mereka juga kelompok jaringan Jati Asih. Mereka ini DPO karena terlibat dalam rencana pengeboman di Cikeas (kediaman pribadi SBY)," ujar Bambang Hendarso.
Seperti diketahui, dalam penggerebekan sarang teroris di Perumahan Nusaphala, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, 8 Agustus 2009, polisi menemukan sejumlah barang bukti.
Barang bukti itu antara lain bahan pembuatan bom yang beratnya 300 kilogram. Dalam pernyataannya, Kapolri menegaskan bom itu ditujukan untuk membunuh SBY, yang akan diledakkan di Cikeas, dua minggu setelah 1 Agustus 2009.
Pengepungan di Jati Asih itu menewaskan dua terduga teroris yang berusaha melawan petugas. Target utama teroris yang di Bekasi adalah SBY, Istana Negara, dan Cikeas.
Laporan: Muhammad Riza l Aceh
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews