VIVAnews - Markas Besar Polri sudah menembak mati guru terpidana mati bom Bali Imam Samudera, Jaja alias Pura Sudarma, dalam pengepungan di Leupung, Aceh Besar. Kini, Polri memburu adik dari guru Imam Samudera.
"Di sini sedang kita kejar adalah adik dari Jaja alias Pura, yakni Tono," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam sambutan di Markas Polsek Leupung, Aceh Besar, Selasa 16 Maret 2010.
Menurut Bambang Hendarso, Jaja merupakan buron alias Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sudah lama diincar polisi. Untuk mencari keberadaan Tono, Polda Nanggroe Aceh Darussalam juga sudah menyebar foto tujuh buron teroris.
Dalam kesempatan ini, Kapolri memberikan hadiah lima unit sepeda motor masing-masing kepada Polsek Leupung dan Koramil Leupung. Dua instansi ini dinilai berjasa dalam pengepungan teroris yang menewaskan dua tersangka, Jaja alias Pura dan Enceng.
Kedua jasad terduga teroris itu kini masih berada di RS Polri. Kapolri memberikan lima unit sepeda motor kepada Polsek dan Koramil Leupung atas prestasinya menyergap gerombolan teroris.
Jaja, laki-laki asal Bandung itu sempat melontarkan tembakan ke asal petugas. Dia diduga guru agama Imam Samudera yang dieksekusi tahun lalu.
Polisi sendiri masih menyelidiki siapa Jaja yang sebenarnya, peran dan posisinya dalam jaringan teroris bersenjata yang disergap di Aceh.
Jaja dan Enceng tewas dalam penyergapan yang dilakukan polisi di Aceh, Jumat kemarin.
Para teroris ini dicegat saat menumpang mobil L 300 di jalan yang menghubungkan Meulaboh dan Banda Aceh. Keduanya ditembak mati karena sempat kabur dan menembak petugas, sedangkan 8 orang lainnya ditangkap.
Laporan: Muhammad Riza l Aceh
ismoko.widjaya@vivanews.com