VIVAnews - Lokasi warung internet (warnet) tempat tewasnya teroris buron Filipina, Dulmatin, di Multiplus Pamulang kembali ditutup. Padahal, di hari libur biasanya pengunjung lebih ramai dari biasanya.
"Sudah dibuka sejak dua hari lalu. Tapi tidak tahu kenapa hari ini ditutup," kata Tuti, seorang pedagang di lokasi Warnet Multiplus, Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa 16 Maret 2010.
Lokasi tewasnya teroris kakap itu sebenarnya sudah dibuka sejak dua hari lalu. Saat ini, tidak ada pemandangan mencolok di lokasi. Garis polisi dan petugas penjaga juga tidak terlihat.
Seperti diketahui, Dulmatin alias Joko Pitono tewas dalam penyergapan di Multiplus, Ruko Pamulang Square, pada Selasa 9 Maret lalu. Dua pengawal Dulmatin juga tewas dalam pengepungan di sebuah rumah di Gang Asem Pamulang, tak jauh dari lokasi Dulmatin tewas.
Dua orang yang roboh dari atas motor itu adalah R dan H atau Ridwan dan Hasan Nour. Keduanya merupakan pengawal Dulmatin alias Joko Pitono alias Amar Usman.
Waktu penembakan Dulmatin pun lebih cepat beberapa saat. Dulmatin sendiri sudah dimakamkan di Pemalang, Jawa Tengah.
ismoko.widjaya@vivanews.com