Nasional

HTI: Kunjungan Obama Bak Politik Belah Bambu

HTI menilai, politik belah bambu itu untuk menutupi kejahatannya di negara Islam.

Selasa, 16 Maret 2010, 09:55 WIB
Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra
Lawatan Obama ke Asia: Obama dan SBY (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali menegaskan penolakannya atas kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. HTI menilai, meski Obama keturunan muslim bukan berarti punya hak istimewa di Indonesia.

"Memang Obama pernah tinggal di Jakarta. Dan nenek moyangnya juga ada yang beragama Islam, tapi itu tidak bisa dijadikan untuk mengistimewakan dirinya," kata juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto.

Hal itu disampaikan Ismail Yusanto dalam keterangan resmi di diskusi "Menolak Obama: Menyingkap Kejahatan Amerika dan Misi Dibalik Lawatan Obama", Jakarta, Selasa 16 Maret 2010.

Menurut HTI, tidak mungkin Presiden dari sebuah negara imperialis seperti Amerika datang ke negara kita, hanya untuk sekadar bernostalgia.

"Kunjungan Obama hanyalah politik belah bambu. Di dunia islam, Amerika berusaha menampilkan citra positif di suatu negara yang umat muslimnya paling banyak, seperti Indonesia," ujarnya lagi.

HTI menilai, politik belah bambu itu untuk menutupi kejahatannya di negara Islam seperti Irak, Afghanistan, Palestina dan Pakistan.

"Ditambah lagi mereka juga punya kepentingan politik dan ekonomi. Dan negara kita memiliki sumber daya yang cukup besar," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah mengimbau agar jangan ada penolakan terhadap kedatangan Barack Obama. Pemerintah memastikan bahwa Obama datang dengan niat baik.

"Saya tekankan, Presiden Obama cinta Indonesia," kata juru bicara kepresidenan bidang luar neger, Dino Patti Djalal, di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Senin 15 Maret 2010.

Menurut Dino, Obama datang ke Indonesia dengan membawa itikad baik dan semangat kerja sama yang baru. Obama dinilai sudah mengulurkan tangan persahabatan dan simpati kepada umat Islam, serta tidak berprasangka.

"Ini suatu sifat yang Islami, menyambut baik dengan yang datang ke kita dengan itikad baik," ujarnya lagi.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
uni
18/03/2010
Nabi Muhamad SAW, adalah nabi yang suka menerima tamu,sekalipun ada prasangka buruk, namun setiap tamunya diterima dengan baik, jadi sebagai umat muslim yang baik patut kita mengikuti teladan yang baik.
Balas   • Laporkan
bang joni
18/03/2010
Kayaknya manusia yang paling benar dan sempurna di bumi ini cuma HTI, yang lain salah semua. Imperialis lah, penjajah lah. Daripada demo nolak obama mending bantuin korban longsor, dapat pahala double mas. Kalo kalian gak demo kan polisi bisa istirahat sa
Balas   • Laporkan
arjuno ireng
18/03/2010
Masih ingatkah kita, bgaimana dulu Rasullaah SAW, ketika Sayyidina Abu Bakar Sampai dan para sahabat Khulafaurrasyidin..Masuk Islam..? Jika kita benar mengikuti beliau Nabi SAW..?semoga Allah SWT..mengingatkan kita semua... Dan kenapa kita harus takut kep
Balas   • Laporkan
joe satria
18/03/2010
sepakat pak ismail, karakter penjajah AS tidak akan ilang sampe indonesia punya keberanian untuk punya sikap tersendiri tidak seperti bebek mau digiring oleh As harusnya pemerintah berani dan bisa mengambil pelajaran, apa masih mau nambah semakin banyak r
Balas   • Laporkan
ahmad
17/03/2010
Kenapa mesti menolak ?, faktanya banyak orang Indonesia yang bekerja di perusahaan2 AS di Indonnesia dan mereka sejahtera. Lalu pekerjaan apa yang sudah anda (penolak AS) berikan kepada saudaramu sendiri (orang Indonesia) ?
Balas   • Laporkan
AA Ifunk
17/03/2010
Mas di islam ane di ajarin jangan berprasangka dolo ?? kok mas yg bawa bawa nama islam udah berjelek sangka ?? , kalo soal masalah agama sama politik pliss deh ahhh sampean ngomong juga dunk berapa banyak TKW Indonesia yang jelas beragama Islam disiksa da
Balas   • Laporkan
ari
16/03/2010
Di Indonesia, Mesir dan Turki Obama menampilkan wajah ramah Amerika (yang mungkin berbeda pendekatan dengan Bush) tetapi di Afghansitan, Irak dan pakistan rakyat di sana sangat merasakan penderitaan akibat pendudukan Amerika di bawah pemerinahan Obama, ju
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ