VIVAnews – Mulai pagi ini pukul 06.00 Wita, masyarakat Bali melakukan tapa brata penyepian selama 24 jam hingga esok hari. Ibarat kota mati, Bali akan gelap gulita tanpa aktivitas apapun karena siaran televisi nasional ke Bali pun juga ikut dinonaktifkan.
Dari pantauan VIVAnews, Selasa 16 Maret 2010, jalan-jalan utama Denpasar nampak lengang serta sejumlah pertokoan dan fasilitas umum lainnya tutup, serta ruang ATM juga dinonaktifkan.
Umat Hindu melakukan tapa brata penyepian yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak keluar rumah), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Sementara masyarakat non-Hindu dan wisatawan yang ada di Bali ikut menghormati prosesi ini dengan tidak keluar rumah. Mereka hanya beraktivitas di lingkungan hotel tempat mereka menginap.
Seluruh fasilitas umum memang tidak terlihat beraktivitas, kecuali aparat kepolisian dan rumah sakit yang tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
Jika ada kejadian darurat seperti membawa keluarga sakit, tetap diizinkan dengan diantar pecalang setempat. Prosesi Nyepi ini akan berakhir pada 17 Maret 2010 pukul 06.00 Wita. Laporan : Peni Widarti | Bali
Nyepi kemarin tidak terasa, karena saya isi dengan merenung, berfikir yg lebih baik dari sebelumnya, suasana sekitar juga menyepi, silent, tidak terdengar adanya suara-suara elektronik,dll... Sehari tidak membuang emisi kendaraan (polusi), hemat BBM, dan
hepi silent day buat yg merayakan...
sayangnya ada oknum yg melecehkan hari nyepi tersebut di fb dan sudah heboh bgt...
search aja di google: IBNU RACHAL FARHANSYAH
itu nama oknumnya
The silent day.....Saat ini Bali gelap gulita. Sekitar rumah saya gelap dan sunyi sekali. Tak ada cahaya sekecil apapun dan tak ada bunyi sepelan apapun.....Ini pertama kali saya ikut merasakan "nyepi" di Bali.
memang patut diacungi jempol kota Bali ini...
saya belum pernah melihat ada yang setertib dan saling menghargai sesama umat beragama selain yang saya tahu di Bali...maju terus budaya Bali..