VIVAnews - Sekitar 3000 umat Hindu memadati sejumlah ruas jalan di Kota Mataram untuk mengikuti pawai Ogoh-ogoh. Pawai tersebut melibatkan 170 Ogoh-ogoh atau boneka besar berwajah menyeramkan sebagai simbol keburukan dalam rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1932.
Ogoh-ogoh itu akan diarak keliling Kota Mataram. Salah satu ritual agam ini akan dilepas secara simbolis oleh Walikota Mataram dari Cakranegara. Prosesi pawai Ogoh-ogoh kali ini dipusatkan di tiga titik yakni Kediri Lombok Barat, Gunungsari dan Kota Mataram.
Kapolres Mataram Ajun Komisaris Besar Polisi I Nyoman Sukena mengatakan telah mengerahkan 400 personel untuk mengamankan pawai Ogoh-ogoh di Kota Mataram. "Kami sudah menempatkan petugas di sejumlah titik yang akan dilalui Ogoh-ogoh," kata Sukena kepada wartawan di Mataram.
Tidak hanya kepolisian, pawai ogoh-ogoh ini juga dijaga oleh pecalang yang mengamankan pelaksanaan pawai tersebut. Dalam kepercayaan Hindu Dharma, kata dia, "ogoh-ogoh" adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian "bhuta kala" yang
merepresentasikan kekuatan (bhu) alam semesta dan waktu (kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Sementara itu Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Hindu (PHBH) Kota Mataram I Gede Aryadi di Mataram mengatakan seluruh banjar di Kota Mataram akan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1932. pembuatan "ogoh-ogoh" yang membutuhkan biaya jutaan rupiah itu sebagian besar
dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, demikian juga proses pembuatannya dilakukan bersama. "Kami mengharapkan tidak dikaitkan dengan hal-hal yang berbau politik terutama pelaksanaan pemilu kepala daerah," ujarnya.
Pada Selasa 16 Maret 2010, umat Hindu di Kota Mataram melaksanakan acara puncak ritual Nyepi, yakni tapa brata penyepian dengan empat pantangan. Tapa brata penyepian itu meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan kegiatan), amati
lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu), tidak mengadakan hiburan/bersenang.
Pantauan VIVAnews di Kota Mataram menunjukkan ribuan umat Hindu sejak pagi sudah bersiap untuk menggelar pawai Ogoh-ogoh. Bahkan saat ini puluhan Ogoh-ogoh sudah diarak dan diiringi tabuhan gending has Bali.
Laporan : Edy Gustan | NTB