Nasional

Hidayat: Obama Beda dengan Bush yang Gaduh

"Saya menghormati pendapat dari orang per orang yang menolak kehadiran Obama."

Senin, 15 Maret 2010, 12:43 WIB
Umi Kalsum
Hidayat Nur Wahid. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Indonesia mendapat penolakan dari beberapa ormas Islam. Padahal, kata Hidayat Nur Wahid, Obama berbeda dengan pendahulunya.

Obama mempunyai komitmen untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Islam. Sehingga, kedatangan Obama seharusnya tidak jadi  masalah.

“Kedatangan Obama ke Indonesia seperti halnya kehadiran presiden Indonesia ke Amerika Serikat yang juga disambut. Meskipun demikian, saya menghormati pendapat dari orang per orang yang menolak kehadiran Obama,” kata mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid di Solo, Senin, 15 Maret 2010.

Obama, lanjut dia, memiliki komitmen untuk memperbaiki hubungan dengan dunia Islam. Oleh sebab itu, komiten tersebut harus selalu diingatkan dan ditagih agar kemudian terjadi hubungan yang lebih kondusif untuk pola hubungan antar negara dan pihak untuk menghadirkan dunia yang lebih damai.

“Dalam konteks negara juga perlu dilihat maslahat yang lebih besar dengan kehadiran Obama. Obama dengan Bush sangat berbeda. Kalau Bush sedari awal menghadirkan kegaduhan dan perilaku yang tidak manusiawi,” tegasnya

“Sedangkan Obama, ada komitmennya justru ingin memperbaiki hubungan dengan dunia Islam. Seperti halnya menunjuk beberapa staf ahli dari orang muslim. Jadi, berilah kesempatan kepada Obama untuk membuktikan janjinya dan merealisasikan komitmennya,” ujar Hidayat.

Oleh sebab itu, dengan kedatangan Obama ke Indonesia, Hidayat Nur Wahid berharap Indonesia malah berperan untuk mengingatkan Obama secara kuat. “Bahwa Anda (Obama)  juga masih ada yang mengkritisi dengan cara menolak,” papar dia

“Jadikanlah penolakan itu sebagai  kritik yang keras bagi Anda untuk berkomitmen merealisasikan apa yang selama ini menjadi janji Anda. Tentunya, untuk menghadirkan dan memperbaiki hubungan Amerika Serikat dan dunia Islam dengan cara saling menghormati,” ucap Hidayat Nur Wahid dengan penuh harap.

Laporan: Fajar Sodiq | Solo



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
putra
16/03/2010
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian da
Balas   • Laporkan
baizun
15/03/2010
harapan bahwa amerika dapat bekerja sama dg islam itu masih ada...apabila cara2 yang d kedepankan tetap santun dan tidak memprovokasi.saya yakin umat islam mampu mencerminkan bahwa agama ini adalah rahmatan lil 'alamin.islam tidak menginvasi, tp lbh pd me
Balas   • Laporkan
orang baik
15/03/2010
setuju pak ustadz... yang protes bukan orang muslim tapi syatan yang berwujud manusia, karena kalu manusia bisa berfikir positif, sebaliknya hanya syatan yang selalu jahat, dan sekarang banyak orang seperti itu seperti yang [pada demo itu
Balas   • Laporkan
Irfan Ramadhan
15/03/2010
betul ustadz. bukankan Islam mengajarkan tidak boleh berlebih2an. bgmn dakwah bs sampai ke obama jika kedatangannya ditolak
Balas   • Laporkan
bingungbikin
15/03/2010
Setudju, ustadz.. kalau ada seseorang/negara (berusaha) berubah menuju kebaikan kenapa ditolak? Aneh dengan ormas2 yang lain itu.. dimana keislamannya?
Balas   • Laporkan
ssk
15/03/2010
Yup... setuju P...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau