VIVAnews - Tidak semua orang ikut ribut dengan fatwa haram rokok yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Ruhut Sitompul salah satunya.
Anggota Fraksi Demokrat DPR yang dikenal kontroversial ini sama sekali tidak memusingkan fatwa haram rokok yang kini ramai dibicarakan masyarakat.
“Rokok haram? Emang gue pikirin!” Itulah komentar pertama yang terlontar dari mulut Ruhut menanggapi fatwa terbaru Majelis Tarjih Muhammadiyah tersebut. Bergaya filosofis, Ruhut menuturkan, lebih baik berkaca pada diri sendiri dan menunjuk hidung sendiri dalam melihat segala hal. Oleh karena itu, ia merasa biasa saja dalam melihat fatwa haram rokok.
Ruhut yakin pemerintah tidak akan memberikan tanggapan terlebih terhadap keluarnya fatwa haram itu, karena Indonesia adalah negara Pancasila, bukan negara agama. Muhammadiyah sendiri merupakan salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, telah menegaskan bahwa fatwa haram rokok tidak mengikat.
“Fatwa itu khususnya ditujukan kepada warga Muhammadiyah. Silahkan diamalkan oleh yang setuju, dan diabaikan oleh yang menolak,” demikian tulis Din dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews. Muhammadiyah melihat konteks fatwanya tersebut sebagai gerakan moral, dan bekerja sama dengan lembaga internasional seperti International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) dalam hal pengendalian tembakau.
Mengenai dampak yang ditimbulkan oleh fatwa haram rokok tersebut, Ruhut yakin masyarakat akan menangani dengan cara mereka sendiri. “Fatwa kan sudah ada dari zaman dulu. Biarin aja kehidupan mengalir seperti air. Suara rakyat nanti akan menentukan,” tutur Ruhut santai.
salut deh buat ketegasan opininya bang Ruhut...!
@situmpul Otak : boleh bung cela Opininya bang Ruhut tp jngn FISIK = pelecehan
@syafii business : anda orang beragama bung..! kita hidup di Republik Indonesia yg berazaskan pancasila dng semboyan "BHINEKA T
orang Muslim hidupnya seperti "dipenjara",dibatasi oleh perintah dan larangan. tidak ada paksaan untuk melaksanakan atau melanggar, tetapi semua ada konsekuensinya. makanya ada surga dan neraka. tinggal pilih saja thoo..
Sebenarnya yang harus di tinjau kembali klo menurut saya fatwa telah di keluarkan,
karena banyak juga jamaah yamg ada di bawahnya yang masih jadi perokok berat
jadi apa lagi jamaah yang ada diluar golongan PP mUhammadiyah tersebut
Sebenarnya yang harus di tinjau kembali klo menurut saya fatwa telah di keluarkan,
karena banyak juga jamaah yamg ada di bawahnya yang masih jadi perokok berat
jadi apa lagi jamaah yang ada diluar golongan PP mUhammadiyah tersebut
ROKOK memiskinkan org miskin. INDONESIA lebih bermartabat tanpa rokok. Bravo muhammadiyah!... berani mengatakan yg benar adalah benar, yang salah adalah salah. Dilihat dari kacamata kesehatan rokok dah jelas salahnya. Dari ekonomi walau dikatakan menyedot